Berita

Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto/Ist

Politik

Airlangga Hartarto: Hubungan China-Indonesia Makin Dekat Berkat Kerja Sama Yang Baik

SELASA, 06 JULI 2021 | 19:46 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Hubungan Indonesia dan China secara historis cukup erat hingga saat ini. Banyak kerja sama berbagai bidang yang sudah dilakukan antara kedua negara tersebut.

Menurut Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, investasi China di Indonesia merupakan salah satu yang terbesar dibanding negara lain. Pun demikian dengan nilai ekspor Indonesia ke China yang cukup besar.

"Beberapa inisiatif pemerintah China dalam membangun sinergisitas antarkawasan dan dunia telah berhasil membantu negara-negara miskin serta menengah menjadi lebih stabil secara ekonomi," tutur Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulisnya, Selasa (6/7).


Airlangga berujar, kerja sama di masa mendatang bukan sekadar soal membangun ekonomi dan perdagangan, melainkan lebih kepada memelihara lingkungan hidup, iklim, jaminan sosial masyarakat, teknologi, hingga kemanusiaan.

"China telah melakukan itu semua, di mana telah mentransfer segenap kemampuannya kepada negara-negara yang bermitra," papar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI ini.

Sejauh ini, telah banyak kerja sama antara Indonesia dan China yang sudah terealisasi. Airlangga bahkan menyebut kerja sama di bidang infrastruktur, pertambangan, teknologi, dan bidan lainnya telah mampu menanamkan nilai investasi hingga 3,5 miliar dolar AS.

"China tidak hanya menanamkan modal besar, tetapi juga banyak terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial yang membuat kedekatan dengan Indonesia semakin kuat," tekannya.

Belum lagi soal pandemi Covid-19. Berbagai bantuan telah diberikan China sejak pandemi melanda negara Indonesia, mulai dari alat kesehatan sampai vaksin.

"Indonesia cukup terbantu dengan bantuan China. Ke depan diharapkan ada kerja sama dalam hal pengembangan vaksin dan transfer pengetahuan maupun teknologi," paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, Airlangga lantas menyinggung institut yang dimiliki Golkar, yakni sebuah sekolah dan lembaga politik untuk mendidik kader hingga menjadi pelaku kebijakan publik yang berintelektualitas serta problem solving.

Ke depan, ia berharap pemerintah China bisa menjalin berbagai kerja sama berupa ruang dialog dan diskusi antara akademisi profesional Indonesia dan China demi memperkuat hubungan bilateral negara.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya