Berita

Sekretaris Eksekutif Labor Institute Indonesia, Andy William Sinaga/Net

Politik

PANDEMI COVID-19

Gelar Operasi Pasar Untuk Antisipasi Kelangkaan Obat Dan Oksigen Saat PPKM Darurat

SELASA, 06 JULI 2021 | 12:52 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Masyarakat sangat susah dan menderita akibat kelangkaan dan tingginya harga obat dan oksigen, khususnya yang dibutuhkan pasien Covid-19 selama pemberlakuan PPKM Darurat saat ini.

Oleh karena itu, pemerintah diminta harus segera melakukan operasi pasar untuk mengantisipasi dan menanggulangi harga yang tinggi tersebut.

Sekretaris Eksekutif Labor Institute Indonesia, Andy William Sinaga mengatakan, operasi pasar khususnya obat pencegahan dan pengadaan oksigen yang dibutuhkan masyarakat yang positif Covid-19 perlu dilakukan sesegera mungkin.


"Ini dilakukan untuk membantu masyarakat dan untuk mencegah dan meredam permainan mafia yang bermain dengan memanfaatkan situasi pandemi saat ini," ujar Andy William, Selasa (6/7).

Labor Institute Indonesia menghimbau agar para pejabat publik mengurangi retorika politik yang sifatnya himbaun. Yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah aksi cepat tanggap akan tersedianya obat-obatan dan oksigen yang murah dan tersedia cepat.

Selain itu, lanjut Andy William, aksi cepat tanggap dengan penyediaan bahan makanan seperti susu, vitamin, makanan yang bergizi dan penyediaan masker yang murah.

"Harus tersedia dan murah. Ini dapat dilakukan oleh pemerintah dengan menggerakkan seluruh potensi yang ada seperti Badan Usaha Milik Negara (BUMN) khususnya BUMN farmasi," imbuhnya.

Pihaknya juga menghimbau publikasi terkait Covid 19 kalau bisa dikurangi agar tidak menimbulkan chaos dan beban psikologis di tengah masyarakat yang sudah mengalami ketakutan.

"Banyak masyarakat yang ketakutan akibat publikasi data Covid-19 yang semakin tinggi, sedangkan pemerintah belum mampu mengantisipasi kelangkaan dan ketersediaan obat-obatan dan oksigen," ucap Andy William.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Deteksi Dini, Lapas Cianjur Periksa Kesehatan Warga Binaan dan Pegawai

Jumat, 25 September 2026 | 20:20

Tahu Manuver Pelindo, Kejagung Serahkan Eksekusi Silfester Matutina ke Kejari Jaksel

Jumat, 25 September 2026 | 20:16

Antam Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

Jumat, 25 September 2026 | 19:43

160 Ribu Orang Ikut Rekrutmen BI, Lulusan Teknologi Masih Minim

Jumat, 25 September 2026 | 19:36

Ratusan Hotel di Bandung Dijual, Pemerintah Jangan Tutup Mata!

Jumat, 25 September 2026 | 19:09

Kata IPW, Ombudsman Melampaui Kewenangan Saat Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 19:08

Xiaomi 18 Fold Smartphone Lipat Canggih Bertenaga Kamera Leica

Jumat, 25 September 2026 | 18:41

Bogasari Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

Jumat, 25 September 2026 | 18:37

KPU Harus Terang Benderang Jelaskan Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran

Jumat, 25 September 2026 | 18:28

DPR Segera Panggil Ombudsman dan Ditjenpas soal Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 18:18

Selengkapnya