Berita

Salah satu pos penyekatan di Jakarta Timur di masa PPKM Darurat/Net

Politik

Pandu Riono: Anies Sudah Usulkan Pengetatan Sejak Mei, Tapi Ditolak Pusat

SENIN, 05 JULI 2021 | 14:32 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Sebelum Presiden Joko Widodo menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang dimulai sejak 3 Juli hingga 20 Juli 2021, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ternyata sudah lebih dulu mengusulkan dilakukan pengetatan di Jawa-Bali.

Hal itu terungkap melalui cuitan Epidemiolog Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono, lewat akun Twitter @drpriono1 yang dikutip Kantor Berita RMOLJakarta, Senin (5/7).

Dalam unggahan tersebut, Pandu Riono berujar bahwa Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin sebenarnya sudah memprediksi adanya pelonjakan kasus yang terjadi pada Juni 2021.


"Akhir Mei setelah mendengarkan masukan Tim Pandemi @fkmui tentang potensial lonjakan yang dapat terjadi, @aniesbaswedan segera usulkan ke pemerintah pusat agar segera dilakukan pengetatan maksimal Jawa-Bali," begitu bunyi cuitan Pandu.

Namun, pemerintah pusat menolak usulan Anies tersebut. Epidemiolog UI itu menduga pemerintah pusat lebih mempertimbangkan urusan ekonomi ketimbang menanggulangi Covid-19.

Pandu juga menyebut ada Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), tapi yang terpikir hanya soal PEN.

Saat dihubungi, Pandu menyampaikan, Anies mengusulkan pengetatan ketika dipanggil Presiden Joko Widodo ke Istana pada Mei lalu.

Pandu lantas menanyakan apa hasil rapat tersebut. Anies menjawab pemerintah pusat belum menerima usulan pengetatan.

Lanjut Pandu, Anies Baswedan tak menyebutkan alasan penolakan karena isu ekonomi.

Kasus Covid-19 di ibukota terus melonjak setiap harinya. Gubernur Anies Baswedan sempat mengatakan, peningkatan penularan virus corona terjadi sejak akhir Mei 2021. Dia menduga varian baru Covid-19 jadi penyebabnya.

Di Jakarta, selain penambahan jumlah kasus, pecah rekor turut terjadi pada pemakaman dengan protap Covid-19 di Jakarta yang mencapai 392 jenazah dalam sehari pada Minggu kemarin (4/7).

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Siswa Sekolah Rakyat akan Dilatih 1.000 Taruna Akmil

Minggu, 05 Juli 2026 | 18:21

Jokowi Pilih Lampung sebagai Awal Safari karena Tanah Tak Bertuan

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:41

OTT Bupati Langkat Temukan 55 Keping Platinum Senilai Rp40 Miliar Lebih

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:16

Hampir 3.000 Orang Tewas, Venezuela Mulai Hentikan Operasi Pencarian Korban Gempa

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:07

Komedian Narji Bikin Khitanan Massal PSI Diserbu Anak-Anak

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:52

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Absen di Pemakaman Ayahnya

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:26

Sudah Ada Perpres, Pakar: Promosi LGBT di Medsos Bisa Berujung Pengadilan

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:13

PM Singapura Dijadwalkan Bertemu Presiden Prabowo Besok

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:08

Pemerintah Perkuat Literasi Siber Antisipasi Ancaman AI dan Hoaks

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:01

Daftar Lengkap 16 Negara yang Lolos ke Babak 16 Besar

Minggu, 05 Juli 2026 | 15:55

Selengkapnya