Berita

Gambar tangkap layar dashbord Twitter dalam menu trending topic "Pak Presiden Kapan Mundur"/Repro

Politik

RR Hingga Don Adam Respon Hastag "Pak Presiden Kapan Mundur (PPKM)" Di Twitter, Ada Apa?

SENIN, 05 JULI 2021 | 13:36 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Jagat media sosial Twitter sejak dini hari tadi mulai diramaikan dengan hastag "Pak Presiden Kapan Mundur".

Hingga Senin (5/7) pukul 13.02 WIB, sudah ada 15 ribu lebih pengguna Twitter yang menyematkan hastag tersebut.

Lantas, apa isi kicauan para pengguna Twitter dalam trending topic "Pak Presiden Kapan Mundur" itu?


Penulusuran Kantor Berita Politik RMOL, sejumlah kalangan ikut menyematkan hastag itu dalam kicauannya.

Misalnya, seperti disampaikan aktivis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM), Adamsyah Wahab.

Sosok yang kerap disapa Don Adam ini menyinggung soal keberanian politisi di Indonesia menyampaikan keadaan sebenarnya dari politik di tanah air sekarang ini.

"Apa tidak ada keberanian politisi untuk menyatakan kondisi yang sebenarnya di republik ini?" kicau Don Adam seraya menyematkan hastag 'Pak Presiden Kapan Mundur?', Senin (5/7).

Dalam cuitannya itu, Don Adam turut meretweet kicauan dari satu akun Twitter bernama Ahmad Pathoni, @apathoni, yang menyinggung sosok Menteri Penerangan era Presiden Soeharto, Harmoko. Di mana isinya adalah: "Sejelek-jeleknya Harmoko, dia punya keberanian minta Soeharto turun," kicau Ahmad Pathoni, beberapa jam yang lalu.

Selain Don Adam, ada ekonom senior Rizal Ramli yang ikut berkicau dengan menyematkan hastag serupa. Namun, ia mengutip pernyataan wartawan, Edy Mulyadi, dalam sebuah video yang diupload di kanal Youtube Bang Edy Channel.

Di tampilan awal video Edy Mulyadi tersebut tertulis: "PPKM: Pak Presiden Kapan Mundur, Piye Jal??? Artinya Ini? Yang Bener?".

Rizal Ramli, dalam kicauannya, menuliskan kata-kata Edy Mulyadi tersebut, seraya menyematkan hastag yang sedang trending itu.

"Kopas (copy pate): Edy Mulyadi: HEHEHE... PPKM = PAK PRESIDEN KAPAN MUNDUR?" kicau sosok yang kerap disapa RR itu sembari membagikan link Youtube Bang Edy Channel https://youtu.be/u5su-l8tmf0, sesaat lalu.

Pengguna Twitter lainnya, Ali Syarief, @alisyarief, meminta pemerintah memperhatikan hastag tersebut. Karena menurutnya, persoalan ini adalah opini masyarakat.

"Mundur atau dimundurkan sudah ada legal standingnya (TAP MPR). 'Pak Presiden Kapan Mundur', ini trending hastag yang sedang viral. Harus dibaca bahwa ini bukan 'meme-meme-an', tapi publik opini yang sedang terus bergulir," kicaunya.

Sementara itu, ada satu pengguna Twitter yang mempersoalkan hastag "Pak Presiden Kapan Mundur". Yaitu akun bernama janu jalu, @JanuJalu.

"Kalian pada nanya Pak Presiden Kapan Mundur?? Naikin aja terus tagar dan keyword provokatif. Kami juga akan selalu mendukung Pak Presiden Jokowi. Asal kalian tahu Jokowi akan menyelesaikan masa jabatannya dengan sukses," kicau Janu Jalu.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Aplikasi Digital Berbasis White Label Dukung Operasional KDKMP

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:59

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:43

DPD Dorong Kemenko Polkam Lahirkan Peta Jalan Keamanan Papua

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:28

Mengoptimalkan Potensi Blue Ocean Economy

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:53

Wagub Lampung Minta Gapembi Kawal Pemenuhan Standar MBG

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:35

Analis Geopolitik: Tiongkok Berpotensi sebagai Global Stabilizer

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:23

Prabowo dan Tumpukan Uang

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:58

ANTAM Tetap Fokus Jaga Fundamental Bisnis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:46

Sukseskan Program Nuklir, PKS Dorong Pembentukan Kembali BATAN

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:23

Paradigma Baru Biaya Logistik

Kamis, 14 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya