Berita

Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti/Net

Politik

Wacana Presiden 3 Periode Tanda Ada Internal PDIP Dan Gerindra Tolak Prabowo-Puan

SENIN, 05 JULI 2021 | 12:44 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Wacana presiden tiga periode diduga muncul karena ada kelompok di internal PDI Perjuangan dan Partai Gerindra yang menolak rencana menduetkan pasangan Prabowo Subianto dan Puan Maharani di Pilpres 2024.

Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti menduga ada pihak di internal Gerindra dan PDIP yang merasa ragu pasangan ini akan menang di Pilpres 2024 mendatang.

Kelompok ini paham bahwa partai lain juga sudah bersiap dengan calon yang memiliki tingkat elektabilitas lebih tinggi ketimbang Prabowo dan Puan.


Selain itu, mereka juga merasa seleksi alamiah dalam politik akan semakin sempit jika keduanya yang diusung oleh dua partai besar.

“Jadi ini menandakan adanya penolakan sebagian kalangan di lingkaran PDIP atau Gerindra terhadap kemungkinan menduetkan Prabowo-Puan,” tegasnya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Senin (5/7).

“Ini salah satu cara menghambat kemungkinan pencalonan Prabowo-Puan," ujar Ray Rangkuti menekankan.

Namun di satu sisi, Ray Rangkuti menyayangkan jika sampai wacana presiden 3 periode lolos. Sebab, hal itu justru membuat cengkeraman oligarki semakin menguat di negeri ini.
 
"Kepentingan oligarki makin menguat, dan akhirnya politik regenerasi terpuruk," tutupnya.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya