Berita

Jaya Suprana (ilustrasi)/Rep

Jaya Suprana

Bingungologi Neutrino

SENIN, 05 JULI 2021 | 10:55 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

AKIBAT saya insan jelata yang awam dalam arti nihil kemampuan apalagi kekuasaan di bidang ilmu fisika maka saya hanya bisa manut ajaran guru serta sabda para penguasa ilmu fisika tentang apa yang disebut sebagai atom.

Maka semula saya manut sepenuhnya kepada sabda guru serta para penguasa fisika bahwa partikel terkecil di alam semesta mikrokosmos adalah apa yang disebut sebagai atom.

Namun kemudian mendadak ada ilmuwan fisika berani bilang bahwa atom bukan partikel terkecil akibat di dalam atom masih ada elektron dan neutron.


Akibat elektron dan neutron konon berada di dalam atom maka dapat disimpulkan oleh daya dangkal otak saya bahwa pastinya elektron dan neutron berukuran lebih kecil atau sebaliknya atom berukuran lebih besar ketimbang elektron dan neutron.

Berarti atom tidak lagi layak disebut sebagai partikel alam terkecil sebab ada elektron dan neutron yang lebih kecil ketimbang atom.

Dungu


Akibat saya memang dungu maka sampai kini memang saya belum tahu mana yang lebih kecil di antara elektron dan neutron yang konon sama-sama lebih kecil ketimbang atom.

Sementara saya masih belum tahu ternyata kemasih-belum-tahuan saya masih berlanjut lebih-masih-belum-lagi akibat kemudian para mahafisikawan bersabda bahwa ternyata masih ada yang dikononkan berukuran lebih kecil ketimbang elektron dan neutron yaitu neutrino.

Semula sebagai orang awam jelata saya pikir neutrino berakar dari kata neutron maka sama besar dengan neutron namun para mahafisikawan bersabda lanjut bahwa neutrino berukuran lebih kecil ketimbang elektron.

Misalnya Guru Besar Queen’s University dan Sudbury Neutrino Observatory, Prof. Aksel Hallin berbagi destripsi sebagai berikut:

"A neutrino is a subatomic particle that is very similar to an electron, but has no electrical charge and a very small mass, which might even be zero. Neutrinos are one of the most abundant particles in the universe. Because they have very little interaction with matter, however, they are incredibly difficult to detect. Nuclear forces treat electrons and neutrinos identically; neither participate in the strong nuclear force, but both participate equally in the weak nuclear force. Particles with this property are termed leptons. In addition to the electron (and it's anti-particle, the positron), the charged leptons include the muon (with a mass 200 times greater than that of the electron), the tau (with mass 3,500 times greater than that of the electron) and their anti-particles. Both the muon and the tau, like the electron, have accompanying neutrinos, which are called the muon-neutrino and tau-neutrino".

Bingungologi

Demi mencegah kebingungan saya makin menjadi-jadi maka saya berhenti mencoba memahami apa yang disebut sebagai neutrino sementara neutron saja saya belum kunjung mengerti termasuk membuktikan bahwa saya mengerti bahwa sebenarnya saya memang tidak mengerti.

Sengaja saya belum mau membaca buku Ever Smaller-nya Anrtonio Eriditato yang terkesan agak menaga-nagakan bahwa masih ada partikel lebih kecil ketimbang neutrino tersirat pada sub-judul Nature’s elementary particels from the atom to the neutrino and beyond.

Secara tak terbantahkan pada hakikatnya neutrino membuktikan bahwa sebenarnya saya sama sekali bukan hanya belum namun sudah tidak mengerti apapun tentang misteri keadaan maupun ketidakadaan di alam semesta baik makrokosmos alias jagad raya mau pun mikrokosmos alias jagad alit.

Mungkin di makrokosmos, serpihan meteor atau asteroid merupakan neutrino. Mungkin.

Maka adalah lebih bijak saya manut apa kata para beliau yang merasa sudah mampu menguak tabir misteri yang merundung alam semesta termasuk ilmu fisika.

Sama halnya saya manut apa kata para beliau yang merasa mampu menguak tabir misteri ilmu kimia, matematika, kosmologi, sosiologi, filologi, psikologi, antropologi, entomologi, ornitologi, filologi, paleontologi, speleologi, endrokinologi, epidemologi, kelirumologi dan logi-logi lain-lain dan sebagainya dan seterusnya secara infinitas.

Mohon yang tidak percaya bahwa Yang Maha Kuasa ada berkenan memaafkan saya yang yakin bahwa Yang Maha Kuasa ada.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya