Berita

Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dengan Presiden RI ke-7 Joko Widodo dalam satu kesempatan pertemuan/Net

Politik

Eks Timses Jokowi Bandingkan Sikap SBY Dan Jokowi ke Pengkritik, Kok Beda Ya

SABTU, 03 JULI 2021 | 15:12 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Mantan tim sukses Joko Widodo, Firman Tendry membandingkan sikap Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono selama memimpin Indonesia 10 tahun dengan Presiden RI ke-7 Joko Widodo terhadap para pengkritiknya. Menurut Firman, SBY lebih demokratis dalam menghadapi para aktivis yang melancarkan kritik.

"Menurut saya SBY banyak cacatnya selama memimpin. Namun urusan penanganan demo mahasiswa dan kelompok massa rakyat, pemerintahan SBY lebih baik. Panglima TNI dan Kapolri atau bahkan aktivis-aktivis pendukung SBY gak norak dan ngehe," kata Firman dalam keterangan tertulis, Sabtu (3/7).

Mantan aktivis 98 ini mengulas, selama 10 tahun pemerintahan SBY, ribuan aksi unjuk rasa terjadi mulai dari kelompok paling kanan hingga paling kiri. Ada mahasiswa bakar diri di depan Istana, bahkan kelompok aktivis mahasiswa ada yang melemparkan kotoran ke arah aparat dan istana.


Tidak sampai disitu, ungkap Firman, keluarga Presiden SBY juga dituding dan diduga pemerintahan korup. Hingga secara gentle SBY melaporkan dugaan penghinaan itu ke Polri.

"Tapi Panglima TNI dan Kapolri relatif tidak memposisikan diri sebagai centeng kekuasaan," tandas Firman.

Selama aksi unjuk rasa, kata Firman, SBY biasa saja bahkan tak terlihat responsif, padahal dalam setiap aksinya para aktivis mahasiswa dan rakyat selalu meneriakkan yel-yel revolusi.

"Bahkan dalam suatu aksi di depan Istana, seorang aktivis lantang berteriak "Bakar Istana" tandas Firman.

Disisi lain, Firman mengingat betul saat itu terdapat perkumpulan bernama DEPAN (Dewan Penyelamat Negara). Sama seperti Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), kelompok DEPAN dimotori puluhan tokoh di dalamnya, ada Bambang Soesatyo, Adhie M Massardi, Joko Edi, Hatta Taliwang, almarhum Ahmad Sumargono, Fuad Bawazier, Saurip Kadi, Lily Wahid, Effendi Choiri dan Rieke Diah Pitaloka.

Berbeda dengan KAMI yang ditekan bahkan coba diberangus Jokowi, kelompok DEPAN zaman SBY tidak. Bahkan, beber Firman kelompok DEPAN sampai melakukan safari politik kepada beberapa tokoh nasional termasuk kepada Abu Rizal Bakri (Ketum Golkar saat itu) hingga ke Letjen (Purn) Prabowo Subianto.

Kepada tokoh yang disambangi DEPAN, kata Firman mereka terang-terangan meminta agar dicari formulasi konstitusional mengimpeach SBY. Ingatannya masih kuat saat itu di DPP Gerindra, DEPAN mengajak Prabowo untuk memimpin revolusi melawan SBY. Saat itu Prabowo didampingi aktivis Arif Arief Poyuono.  

Tapi, Firman mengungkap, Prabowo prajurit yang setia pada demokrasi dan taat konstitusi, menolak ajakan DEPAN untuk menjatuhkan SBY tanpa melalui proses pemilu.

"Kegiatan politik yang dilakukan saat itu sungguh sudah masuk dalam kegiatan makar. Toh, tak satupun tokoh DEPAN diciduk atau di-bully aktivis ngehe pemerintahan SBY. Kenapa demikian? Aktivis pendukung SBY woles. Gak menghinakan gerakan mahasiswa dimana mereka pernah ada dan lahir," tandas Firman.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya