Berita

Ekonom senior UI, Faisal Basri dalam diskusi daring kebijakan publik Narasi Institute/Repro

Politik

Faisal Basri: Kebebasan Intelektual Kampus Tumpul Karena Rektor Dipilih Konglomerat

JUMAT, 02 JULI 2021 | 22:32 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Ada upaya pengkhianatan kepada kaum intelektual dalam kasus Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) yang belum lama ini ditegur rektorat kampus karena mengkritik Presiden Joko Widodo.

Ekonom senior UI, Faisal Basri mengatakan, gerakan mahasiswa sejak dulu selalu dilindungi dan diayomi oleh rektorat dan birokrat kampus. Kejadian pemanggilan BEM UI oleh rektorat untuk menghapus julukan king of lip service pun baru kali ini terjadi.

Setidaknya hal itu dirasakan Faisal Basri sejak masuk kampus UI tahun 1974 silam.


"Dari dahulu birokrat kampus UI itu melindungi, mengayomi dan bertanggung jawab terhadap mahasiswa yang menempatkan diri sebagai orang tua bagi mahasiswa, namun saat ini terjadi kemunduran luar biasa" ujar Faisal Basri dalam diskusi daring kebijakan publik Narasi Institute, Jumat (2/7).

Faisal menyaksikan, pada tahun 1998 saat mahasiswa dan civitas akademika UI meminta Soeharto mundur, kampus UI mendiamkan aspirasi mahasiswa tersebut.

Namun saat ini, kebebasan intelektual dihambat oleh birokrasi kampus dan membuat peran-peran intelektual menjadi tumpul. Dahulu, kata dia, rektor dipilih oleh para gurubesar, bukan seperti sekarang yang dipilih oleh birokrat dan konglomerat.

"Dulu kita menulis, mengkritik pemerintah, perusahaan, pihak kampus sama sekali tidak pernah intervensi karena ada kebebasan intelektual. Kalau sekarang kan yang ngangkat rektor UI adalah birokrat, teknokrat, dan konglomerat," kritiknya.

Faisal menilai, saat ini kondisi UI sudah kronis sehingga yang perlu dibina bukan mahasiswanya, tetapi dosen dan rektor.

"Keresahan itu tidak hanya dirasakan oleh BEM UI, tetapi juga dirasakan oleh BEM-BEM lainnya, dan itu semua adalah hasil kajian," tandasnya.

Dalam diskusi tersebut, turut hadir beberapa tokoh, di antaranya aktivis mantan BEM UI, Faldo Maldini; aktivis UI, Judilherry Justam; Bursah Zainubi; Fuad Bawazier dan beberapa lainnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya