Berita

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek)/Net

Nusantara

Kemendikbudristek Gelar Linmtara 2021 Untuk Gencarkan Pengembangan Musik Tradisi

JUMAT, 02 JULI 2021 | 18:45 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bersama Yayasan Atma Nusvantara Jati (Atsanti Foundation) menggelar Lomba Inovasi Musik Nusantara (Linmtara) 2021 sebagai langkah memajukan pengembangan musik Nusantara.

Melalui Linmtara, Kemendikbudristek ingin mengajak pegiat musik untuk berinovasi dan berkreasi terhadap musik tradisi sebagai bentuk pelestarian budaya bangsa di tengah tantangan zaman yang semakin dinamis.

Rangkaian kegiatan Linmtara 2021 yang diinisiasi dan difasilitasi Direktorat Perfilman, Musik, dan Media Baru (PMMB) Kemendikbudristek ini dimulai dengan Opening Ceremony dengan menggelar Webinar 'Eksistensi Musik Nusantara dalam Perspektif Konservasi dan Inovasinya' pada 1 Juli 2021. Sementara itu pendaftaran lomba akan dibuka pada 1 Juli hingga 31 Agustus 2021 di laman limntara.com.


“Kami mengajak seluruh insan musik Tanah Air, terutama pegiat musik tradisi, untuk berkreasi dalam menciptakan lagu baru yang akan memperkaya variasi bentuk musik Nusantara. Kami ingin menjelajahi berbagai kemungkinan interaksi musik Nusantara di tengah era digital dengan tetap memperhatikan basis identitas budaya bangsa yang beragam,” ujar Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek, Hilmar Farid dalam keterangan tertulis, Jumat (2/7).  

Sedangkan Ketua Panitia Linmtara, Setyawan Jayantoro berkeyakinan, bahwa Linmtara akan menjadi kompetisi yang unik, menarik, efektif dan edukatif bagi generasi muda Indonesia untuk mengoptimalisasikan pelestarian musik tradisi di era kekinian.

Direktur PMMB Kemendikbudristek, Ahmad Mahendra mengatakan, ada lima tema yang dapat dikreasikan oleh peserta, yaitu (1) Keagungan Peradaban dan Kebudayaan Nusantara; (2) Cinta Tanah Air; (3) Keberagaman; (4) Gotong Royong; dan (5) Keindahan Alam Indonesia.

“Berbagai tema ini berangkat dari representasi nilai-nilai relief Borobudur yang harapannya dapat diterjemahkan melalui musik Nusantara. Sebab Candi Borobudur merupakan monumen masa lalu yang menjadi bukti tentang kehebatan ilmu pengetahuan dan teknologi arsitektur yang dimiliki bangsa Indonesia,” jelas Mahendra.

Peserta diwajibkan menciptakan lagu baru dengan menggunakan 100 persen musik tradisi Nusantara atau kolaborasi musik tradisi dengan instrumen non-tradisi (maksimal 25 persen). Karya yang dikirimkan nantinya akan diseleksi oleh juri yaitu sejumlah pakar musik seperti Dwiki Dharmawan.

Tahun 2020 lalu, Kemendikburistek sudah menggelar acara serupa bertajuk Lomba Aransemen Musik Nusantara Cinta Indonesia (LAMNCI) 2020. Saat itu ada 223 grup serta 1285 musisi tradisi dari 88 kota yang mengikuti lomba untuk mengaransemen lagu Kolam Susu.

“Antusiasme pegiat musik tradisi yang sangat luar biasa ini yang ingin terus kami lanjutkan. Kami berharap semakin banyak generasi muda yang berpartisipasi dan membuat inovasi musik tradisi untuk memajukan khasanah kebudayaan Nusantara. Tahun ini peserta dibebaskan untuk membuat lagu baru, sehingga kecerdasan dan kreativitas dalam menciptakan lagu Nusantara semakin dimerdekakan,” lanjut Mahendra.

Para peserta dengan karya inovasi musik Nusantara terbaik nantinya berkesempatan mendapat hadiah sebesar Rp 21 juta untuk 10 karya terbaik, serta Rp 10 juta untuk satu karya favorit warganet.

Kegiatan Linmtara 2021 ini merupakan bagian dari upaya Kemendikbudristek untuk menggencarkan pemajuan musik tradisi di Indonesia. Selain Linmtara, pada September 2021 nanti akan digelar juga Festival Musik Tradisi Indonesia (FMTI) 2021 yang rencananya akan digelar di sejumlah Destinasi Wisata Super Prioritas, sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo.

Harapannya, berbagai program untuk pemajuan musik tradisi dapat semakin membuktikan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar dan mampu menghasilkan inovasi dan inisiatif baru di bidang kebudayaan.

Selain itu ini menjadi bentuk pelibatan berbagai pelaku budaya dalam melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan musik Nusantara, sehingga dapat memberikan inspirasi bagi generasi muda dalam membangun peradaban Indonesia tanpa kehilangan jati diri tradisinya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya