Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Adhie M Massardi

TENDANGAN BEBAS ADHIE MASSARDI

Ketegangan yang Menyenangkan vs Ketegangan yang Mencemaskan

KAMIS, 01 JULI 2021 | 16:55 WIB | OLEH: ADHIE M. MASSARDI*

KOMPETISI sepakbola Piala Eropa baru memasuki babak perempat final. Tapi situasi di NKRI sudah memasuki babak semi final. Begini penjelasannya.

EURO 2020 yang baru bisa digelar tahun ini, karena itu boleh juga disebut Euro 2021, sudah memasuki fase ketiga. Babak perempat (quarter) final. Memang menegangkan. Tapi kian menyenangkan.

Fase pertama saat penyisihan grup yang diikuti 24 timnas yang lolos babak penyisihan dari 55 negara member UEFA (Federasi Sepakbola Uni Eropa), berjalan biasa-biasa saja. Tapi biasa-biasa saja dengan kualitas Eropa ya tetap enak ditonton. Dari sini loloslah 16 timnas menuju babak mematikan.


Benar, pandemi virus komunis China Covid-19 yang di negara kita tak kunjung tuntas, bahkan kian menggila gara-gara pemerintahan Joko Widodo tidak memiliki skill manajemen krisis, bikin tradisi nonton bareng (nobar) pun lenyap. Ini yang membuat sepakbola sekelas Piala Eropa jadi garing.

Mungkin karena itu terpentalnya tiga kandidat juara di fase 16 Besar ini tidak melahirkan kesedihan bersama.

Tiga kandidat juara yang tumbang di tengah jalan adalah Belanda yang diperkuat bintang yang sedang cemerlang Memphis Depay (Olympique Lyon), ditekuk Ceko (2-0).

Portugal yang dihiasi maha bintang dunia Christiano Ronaldo harus pulang kampung lebih awal gegara tak sanggup membalas gol (1-0) yang dilesakan penyerang tengah Belgia Thorgan Hazard di menit ke-42.

Sedangkan Perancis, yang di atas kertas paling memungkinkan menjuarai Euro 2020, ketika dites di atas lapangan rumput bikin pendukungnya kecut. Setelah dalam total jam permainan melawan Swiss imbang 3-3, saat adu penalti kalah 4-5. Sialnya, yang bikin sial karena gagal mengeksekusi penalti itu justru sang bintang muda Kylian Mbappe.

Indonesia di Babak Semi Final


Kini Euro 2020 menyisakan 8 Timnas yang dikemas dalam  4 pertandingan: Swiss vs Spanyol, Belgia vs Italia, Ceko vs Denmark, dan Ukraina vs Inggris.

Babak perempat final Euro 2020 dibuka oleh partai Swiss vs Spanyol yang akan digelar di stadion Saint Petersburg, yang berkapsitas 61 ribu di Rusia, tepat pada Jumat (2/7) pk 23.00.

Meskipun semua pertandingan di babak quarter final ini akan terasa seperti partai final karena kelasnya memang kelas dunia, tapi mayoritas penggemar bola berkebangsaan Indonesia seperti kita tak bisa lagi menikmati sepenuhnya indahnya sepakbola.

Krisis ekonomi yang kian tenggelam dalam utang, tekanan mental akibat kebijakan pemerintahan Joko Widodo yang amburadul, tata hukum yang tidak lagi berasas pada keadilan, ditambah BEM UI yang menggelar prosesi penobatan Kepala Negara yang juga Kepala Pemerintahan jadi merangkap sebagai “The King of Lip Service” yang dampaknya kian membahana di kampus-kampus, membuat bola di NKRI ini jadi garing.

Di lapangan rumput politik nasional (grassroots) keadaannya seperti sudah memasuki fase semi final. Di satu sisi ada laga “Pemerintahan yang dikapteni Joko Widodo berhadapan dengan Mosi Tidak Percaya” yang dipimpin mahasiswa.

Di sisi yang lain, Pandemi Covid-19 vs Ekonomi Nasional babak demi babak terus dimenangi Pandemi. Akibatnya, ekonomi nasional terpental-pental babak belur.

Dalam situasi seperti ini, saya (dan pasti kita semua), tak berani membuat proyeksi atau memprediksi final seperti apa yang akan terjadi di negeri ini.

Sebab siapa pun yang menang dan akan mewakili di babak final (“Pemerintah vs Mosi Tidak Percaya” dan “Pandemi vs Ekonomi Nasional”) akan melahirkan final yang banal.

Sungguh menegangkan, bukan?

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya