Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Kenaikan Tarif Dasar Listrik Bikin Industri Fastener Dalam Negeri Makin Terpuruk

RABU, 30 JUNI 2021 | 07:46 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Rencana pemerintah untuk menaikkan tarif dasar listrik di tengah pandemi sebaiknya ditinjau ulang. Karena hal ini akan sangat berdampak terhadap industri fastener (mur dan baut) dalam negeri yang semakin terpuruk.

Menurut Ketua Asosiasi Fastener Indonesia, Rahman Tamin, kenaikan tarif listrik akan memicu kenaikan biaya produksi di tengah melonjaknya harga bahan baku baja sebagai material utama industri ini.

"Perlu dipahami, semenjak pandemi Covid-19 melanda dunia dan khususnya Indonesia, utilisasi industri fastener dalam negeri hanya berkisar di antara 30-40 persen. Dan sebagian perusahaan yang bertahan mengambil kebijakan pengurangan jam kerja, masuk kerja secara bergilir, hingga beberapa perusahaan mengambil langkah yang ekstrim dengan pemutusan hubungan kerja sebagai opsi terakhir," terang Rahman, melalui keterangannya, Rabu (30/6).


Padahal, perusahaan pun melakukan berbagai langkah efisiensi dan pemangkasan biaya demi mempertahankan kegiatan operasional. Namun demikian, upaya ini tidak banyak membantu karena disebabkan utilisasi yang rendah.

Hal ini juga merupakan dampak dari melambannya pembangunan infrastruktur, sektor konstruksi, properti, otomotif, dan industri lainnya, yang sebenarnya diharapkan jadi pangsa pasar industri fastener. Penurunan permintaan di dalam negeri menurun drastis.

Lanjut Rahman, situasi makin buruk karena ditambah membanjirnya produk impor fastener yang makin menambah beban industri lokal.  

Situasi makin berat karena kenaikan bahan material utama yang telah mencapai 100 persen dibanding tahun sebelumnya, disertai peningkatan biaya pendukung produksi lainnya.

Faktor lainnya adalah ketergantungan terhadap material impor yang masih belum sepenuhnya dipenuhi industri dalam negeri. Membuat daya saing industri lokal di pasar global semakin turun.

Industri lokal pun kian sulit meningkatkan pasar ekspor karena harga yang tidak kompetitif dan kesulitan bersaing dengan industri sejenis di kawasan Asia Tenggara serta China.

"Oleh sebab itu rencana kenaikan tarif dasar listrik di saat daya saing produk lokal yang semakin turun sangatlah tidak tepa. Karena akan semakin menambah biaya produksi yang mengakibatkan harga pokok penjualan produksi lokal lebih tinggi dan akan semakin membuka peluang serta kesempatan bagi barang impor semakin menguasai pangsa pasar nasional," paparnya.  

Sudah dapat dipastikan, kata Rahman, kinerja industri lokal akan tidak memiliki kesempatan dan peluang ekspor yang dapat menyumbang devisa untuk negara.

Pada akhirnya industri lokal menjadi anak tiri di negaranya. Celakanya devisa bukan mengalir ke dalam negeri melainkan keluar negeri. Dan pemutusan hubungan kerja pun akan semakin banyak.

"Sehingga rencana kenaikan tarif dasar listrik sangatlah tidak bijak saat ini, di mana pandemi saja sudah cukup merepotkan industri menjaga keselamatan dan kesehatan karyawan. Dan pada akhirnya akan memperlambat bahkan membunuh bangkitnya kembali roda industri fastener di Indonesia," demikian Rahman Tamin.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya