Berita

PDI Perjuangan/Net

Politik

Bukan Terbelah, Tiga Faksi Di PDIP Justru Strategi Seperti Melempar Jala

SELASA, 29 JUNI 2021 | 15:45 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

PDI Perjuangan direpotkan dengan isu kemunculan tiga faksi yang saling silang pendapat dalam memandang persiapan partai menatap pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

Pertama, Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul menempatkan Puan Maharani sebagai "Teh Botol Sosro". Artinya, Bambang Pacul memastikan Ketua DPR RI, Puan Maharani bisa dipasangkan dengan siapa saja di Pilpres 2024.

Di satu sisi, Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengurai bahwa partainya akan mencalonkan presiden di Pilpres 2024. Ini lantaran amanah yang telah diberikan rakyat yang sangat besar, hingga akhirnya PDIP mengantongi tiket presidential threshold.


Sementara di sisi lain, dorongan Presiden Joko Widodo maju untuk periode ketiga. Jokowi memang sudah tegas menolak wacana itu. Bahkan, Jokowi menyebut bahwa wacana itu hanya digulirkan orang yang cari muka, menampar muka, atau ingin menjerumuskan dirinya.

Analisa Direktur Exposit Strategic Political, Arif Susanto, faksionalisasi adalah hal lumrah, dan tidak bisa diartikan bahwa partai politik tengah menghadapi masalah dengan adanya faksi-faksi di dalamnya.

"Bagi saya, faksionalisasi yang sekarang ini terjadi di PDIP tidak menunjukkan keterbelahan partai," ujar Arif dalam perbincangan dengan Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (29/6).

Arif menyebutkan, tiga faksi tersebut justru terlihat seperti satu strategi yang dimainkan PDIP untuk mendapatkan peluang politik tersebesar yang bisa mereka dapatkan dalam gelaran pilpres nanti.

"Opportunity-nya kan bisa dari Puan bisa dari Ganjar atau Jokowi, nampaknya strategi inikan kayak strategi melempar jala. Jadi manapun opportunity yang sekarang ada, dan nantinya terwujud, saya kira PDIP memastikan bahwa di antara senior-senior yang ada, PDIP ingin memastikan dapat kue paling besar," tuturnya.

Arief melanjutkan, tidak perlu ada kekhawatiran berlebih dalam melihat tiga pendapat di PDIP tersebut. Menurutnya, sulit menemukan partai politik yang benar-benar hidup dalam satu suara.

"Faksionalisasi di partai politik manapun normal ya, pasti enggak ada partai politik yang benar-benar satu suara," ucap Arif.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya