Berita

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri/Net

Politik

Pengamat: Jika Megawati Tidak Jadi Ketum Lagi PDIP Benar-benar Pecah

SENIN, 28 JUNI 2021 | 14:59 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dinilai masih tetap dalam kondisi solid, selama Megawati Soekarnoputri masih menjabat sebagai Ketua Umum PDIP.

Demikian Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menilai dinamika internal PDIP yang tengah terpecah akibat isu Pilpres 2024.

"PDIP di bawah Megawati masih akan tetap solid. Walaupun banyak faksi-faksi di internal PDIP. Namun kader-kader PDIP tetap patuh pada Megawati," ujar Ujang Komarudin saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Senin (28/6).


Menurut Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia ini, potensi perpecahan akan terjadi apabila Megawati sudah tidak lagi menjabat sebagai Ketum.

Sebagai contoh, Ujang menyebut nama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, yang belakangan didukung oleh sejumlah kader PDIP untuk maju ke Pilpres 2024 mendatang.

Namun akibat isu ini, Ujang menilai faksi lain di tubuh PDIP mengambil sikap yang berlainan melalui sejumlah gimmick politik. Sehingga, meskipun elektabilitas Ganjar moncer di dalam survei, ia belum tentu menang. Karena bagaimanapun PDIP juga sudah mengetahui kartunya Ganjar.

"Cuma memang yang bikin PDIP dan Megawati pusing, Puan Sang 'putri mahkota' elektabilitasnya masih belum kelihatan," demikian Ujang Komarudin.

Dalam hasil riset Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA disebutkan, Megawati Soekarnoputri sebagai Queen Maker Pilpres 2024 dihadapkan pada dilema memilih Ganjar Pranowo atau Puan Maharani.

Kondisi Di internal PDIP sendiri sudah terbelah menjadi dua kubu. Yakni mereka yang mendukung Ganjar dan di sisi yang lain mendukung Puan Maharani.

Apalagi setelah Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul menempatkan Puan sebagai “Teh Botol Sosro”. Yang artinya, Pacul memastikan Ketua DPR RI itu bisa dipasangkan dengan siapa saja di Pilpres 2024.

Kemudian, kehadiran pendukung Jokowi tiga periode tidak hanya memecah kubu menjadi tiga faksi, tapi juga membuat partai kurang terkonsolidasi dan dikhawatirkan gagal melanjutkan kesuksesan sebagai partai pemenang Pemilu.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya