Berita

Meme Presiden Joko Widodo yang diunggah akun media sosial BEM UI/Repro

Politik

Panggil BEM UI Gara-gara Kritik Jokowi, UI Diingatkan Jatuhnya Era Soeharto

MINGGU, 27 JUNI 2021 | 19:33 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Kritikan yang disampaikan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) terkait kepemimpinan Presiden Joko Widodo diyakini berbasis data.

Begitu disampaikan analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun menanggapi Rektorat Kemahasiswaan UI yang memanggil BEM UI buntut meme dan narasi kritik atas kepemimpinan Presiden Jokowi di media sosial BEM UI.

"Penyebutan BEM UI kepada Jokowi sebagai The king of lip sevice itu tentu bukan kesimpulan sembarangan, tetapi yang pasti menggunakan scientific approach, berbasis pada data yang kuat," ujar Ubedilah kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (27/6).


Menurut Ubedilah, apa yang disampaikan BEM UI tak keliru karena sudah banyak data membuktikan bahwa kepemimpinan Jokowi lebih banyak janji.

"Banyak janji yang tidak terpenuhi. Misalnya dari janji menguatkan KPK sampai janji ekonomi yang akan meroket," kata Ubedilah.

Soal pemanggilan BEM UI oleh pihak rektorat, ia menilai hal itu wajar sebagai bentuk permintaan penjelasan kepada para mahasiswanya.

"Tetapi ini karena terkait kritik mahasiswa pada presiden, maka upaya rektorat itu memungkinkan dimaknai sebagai upaya intervensi rektorat terhadap kebebasan berpikir dan berekspresi mahasiswa," jelas Ubedilah.

Sikap pihak rektorat tersebut bisa saja dilakukan karena khawatir ditegur pihak istana. Atau bisa jadi Ubedilah menduga UI sudah ditegur Istana buntut meme kritikan kepada presiden Jokowi.

"Pola semacam itu mirip-mirip dengan saat beberapa bulan sebelum kejatuhan rezim Soeharto," pungkas Ubedilah.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya