Berita

Kepala Kantor Staf Presiden, Moeldoko/Net

Politik

Sindir Moeldoko, Imelda Sari: Ternyata Bukan Hanya Virus Yang Tak terkendali, Hasrat Merampas Partai Juga Belum Usai

MINGGU, 27 JUNI 2021 | 11:18 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Langkah kelompok Moeldoko yang masih ingin mengambil alih Partai Demokrat dinilai kurang tepat dilakukan saat pandemi.

Di mana kubu Moeldoko menggugat Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly ke PTUN atas putusan tidak mengesahkan kepengurusan hasil Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar di Deliserdang.

Moeldoko sebagai Kepala Kantor Staf Presiden seharusnya fokus membantu Presiden Joko Widodo menangani lonjakan Covid-19 yang kembali tinggi.


Wasekjen DPP Partai Demokrat Imelda Sari pun menyindir langkah yang dilakukan Moeldoko Cs lewat akun Twitter pribadinya, Minggu (27/6).

“Ternyata bukan hanya virus yang tak terkendali. Hasrat untuk merampas partai juga belum usai dari gerombolan,” tegasnya.

Bagi Imelda Sari, gugatan Moeldoko kepada Yasonna Laoly merupakan hal aneh. Sebab, Moeldoko seperti melawan keputusan pemerintah. Padahal, mantan Panglima TNI itu merupakan bagian dari lingkaran pemerintah.  

“Masih juga via PTUN untuk melawan keputusan pemerintah dalam hal ini Menkumham yang menyatakan Partai Demokrat yang sah di bawah Ketum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY),” urainya.

“KSP mustinya urus pandemi malah sibuk PTUN!” sindir Imelda mengakhiri.

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Kekayaan Fadjar Donny Tjahjadi yang Kabarnya Jadi Tersangka Korupsi CPO-POME Cuma Rp 6 Miliar, Naik Sedikit dalam 5 Tahun

Selasa, 10 Februari 2026 | 18:12

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Relawan Gigit Jari Gegara Jokowi Batal Wantimpres

Senin, 09 Februari 2026 | 02:01

Pidato Berapi-api Jokowi di Rakernas PSI Diramalkan Jadi yang Terakhir

Minggu, 08 Februari 2026 | 02:33

UPDATE

Bebas Aktif Tapi di Bawah Komando Trump

Rabu, 18 Februari 2026 | 05:50

Prabowo Mirip Soeharto Tidak Mau Dispekulasikan Publik

Rabu, 18 Februari 2026 | 05:28

Belasan Siswa SMK Cedera Akibat Panggung Acara Perpisahan Ambruk

Rabu, 18 Februari 2026 | 04:58

Modeling Budidaya Lobster di Batam Penuhi Kebutuhan Imlek

Rabu, 18 Februari 2026 | 04:42

Polisi Lakukan Ekshumasi Selidiki Kematian Santri di Wonogiri

Rabu, 18 Februari 2026 | 04:21

Sate Maranggi Mbah Goen Hadirkan Sentuhan Budaya Sunda dan Wisata Alam

Rabu, 18 Februari 2026 | 03:58

Green Jobs Class Solusi Atasi Masalah Sampah di Kota Bandung

Rabu, 18 Februari 2026 | 03:36

TNI Gercep Atasi Sedimentasi di Perairan Aceh Tamiang

Rabu, 18 Februari 2026 | 03:19

Legislator PKB Minta Pemprov Hati-hati Terapkan Opsen Pajak Kendaraan

Rabu, 18 Februari 2026 | 02:59

Puluhan Warga Keracunan di Purworejo Tidak Terkait MBG

Rabu, 18 Februari 2026 | 02:33

Selengkapnya