Berita

Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock dan stafnya, Gina Coladangelo/Net

Dunia

Langgar Prokes Bersama Selingkuhan, Menkes Inggris Mengundurkan Diri

MINGGU, 27 JUNI 2021 | 06:18 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock dilaporkan telah mengundurkan diri setelah kedapatan melanggar protokol kesehatan Covid-19 bersama selingkuhannya.

Pengunduran diri itu disampaikan Hancock dalam surat yang dikirim kepada Perdana Menteri Boris Johnson pada Sabtu (26/6), seperti dimuat Channel News Asia.

"Kami berutang kepada orang-orang yang telah berkorban begitu banyak dalam pandemi ini untuk jujur ​​ketika kami mengecewakan mereka seperti yang telah saya lakukan dengan melanggar pedoman," tulisnya.


Dalam suratnya, Hancock mengakui telah mengecewakan publik dengan perilakunya yang dibeberkan oleh surat kabar The Sun.

Sebuah video dari kamera keamanan yang diterbitkan oleh The Sun memperlihatkan Hancock yang tengah memeluk dan mencium stafnya, Gina Coladangelo, di kantornya pada 6 Mei, ketika pemerintah Inggris memberlakukan protokol kesehatan ketat.

Dalam aturan jarak sosial, seseorang harus berada setidaknya dua meter dari orang yang tidak tinggal bersama atau tidak termasuk keluarga dalam satu rumah karena berisiko menularkan Covid-19.

Lebih lanjut, Hancock juga berharap agar kehidupan pribadinya yang tengah menjadi sorotan tidak mengalihkan perhatian dan fokus untuk menangani pandemi Covid-19.

Menerima surat itu, Johnson mengaku menyesal mendapatkan pengunduran diri Hancock. Ia juga sangat bangga atas pelayanan yang telah Hancock berikan selama ini.

Pada awalnya, Johnson juga memberikan dukungan bagi Hancock setelah video itu menyebar. Meski ia juga mendesak masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

Namun oposisi mendesak pengunduran diri Hancock. Terutama dalam beberapa waktu terakhir, Hancock telah menghadapi kritik atas penanganan pandemi.

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

UPDATE

Pembangunan Gerai KDKMP di Tubaba Terkendala Masalah Lahan

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:59

KDKMP Butuh Ekosistem Pasar Hingga Pendampingan Berkelanjutan

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:43

Ziarah ke Makam Ainun Habibie

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:23

Ketidaktegasan Prabowo terhadap Jokowi dan Luhut jadi Sumber Kritik

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:59

Implementasi KDKMP Masih Didominasi Administrasi dan Kepatuhan Fiskal

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:42

Aktivis Senior: Program MBG Simbol Utama Kebijakan Pro-Rakyat

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:20

Kontroversi Bahlil: Anak Emas Dua Rezim

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:53

Rosan Ungkap Pembangunan Kampung Haji Baru Dimulai Kuartal Empat 2026

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:41

Tim Gabungan Berjibaku Cari Nelayan Hilang Usai Antar ABK

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:24

Pemerintah Harus Antisipasi Ketidakstabilan Iklim Ekonomi Global

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:02

Selengkapnya