Berita

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad/Net

Politik

RS Keteteran, Indef Minta Pemerintah Refocusing Dan Realokasi Anggaran Untuk Tekan Kasus Covid-19

JUMAT, 25 JUNI 2021 | 19:21 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Anggaran-anggaran yang tidak efisien diusulkan untuk direalokasi dan refocusing kepada penanganan pandemi Covid-19 di dalam negeri.

Itu adalah usulan yang disampaikan Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad, menanggapi angka kasus positif Covid-19 yang pada Kamis kemarin (24/6) mencapai rekor tertinggi karena bertambah hingga 20.574 kasus.

"Kalau begini terus rumah sakit sekarang sudah enggak mampu nampung, dibiarkan. Sementara ekonomi masih berjalan," ujar Tauhid saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (25/6).


Sebagi contoh, Tauhid menyinggu kejadian lonjakan pasien positif Covid-19 yang ada di Kota Bekasi, yang menyebabkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Chasbullah Abdulmadjid Bekasi kehabisan ruang isolasi dan mengakibatkan pasien skrining Covid-19 dirawat di pelataran trotoar parkiran RS.

"Kita ini kan lebaran bulan Mei, kemungkinan sampai Juni akhir masih belum puncak. Artinya kami khawatir ini belum puncaknya. Maka harusnya lebih ketat atau lebih drastis kebutuhannya dari tahun lalu," imbuhnya.

Maka dari itu, Tauhid meminta pemerintah untuk memprioritaskan kesehatan dahulu ketimbang ekonomi. Bahkan, ia menyatakan bahwa sudah tidak ada lagi cerita tahun 2021 ada pemulihan ekonomi melihat ada lonjakan drastis Covid-19.

"Kalau saya bilang sih ini gelombang kedua. Ini kan kenaikannya jauh lebih dahsyat kenaikan (per harinya). Dan kita enggak tau ini selesai kalau strateginya masih seperti ini," tuturnya.

Lebih lanjut, Tauhid menekankan realokasi dan refocusing anggaran harus segera diputuskan pemerintah. Karena, dalam proses klaim pencairan pendanaan penanganan Covid-19 seringkali membutuhkan proses birokrasi yang cukup memakan waktu, sehingga baik RS maupun Pemda akan kesulitan untuk menyediakan fasilitas kesehatan yang diperlukan mendesak.

"Kan sudah ada planning-nya, sudah ada perencanaan untuk sektor lain, mereka untuk mengubah itu persetujuannya DPRD untuk daerah, dan masalahnya skenarionya sekarang pemulihan. Nah mau enggak sektor-sektor lain dikurangi?" tanya Tauhid.

"Ya pemerintah harus melakukan pembahasan di internal, ini harus realokasi anggaran nih," tandasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Langkah Prabowo Masukkan Budaya LGBTQ Ancaman Nonmiliter Patut Didukung

Minggu, 05 Juli 2026 | 08:18

Kenduri Cinta Tantang Jokowi Dialog Terbuka soal Ijazah

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:31

Program Kopdes Tak Boleh Abaikan Prinsip HAM

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:19

Wacana Dua Periode Anyep Bikin Relawan Beralih Dukung Gibran Maju Capres

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:05

Anomali Gembok Rp1 Juta Ditjenpas

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:53

JPU Kasus Ijazah Jokowi Bikin Takut Narasumber Hadiri Diskusi di Televisi

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:46

Burung Bicara Sebelas Kata

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:34

Eropa dalam Perang Salib Pertama (1096-1099)

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:27

Penalti Mbappe Bawa Les Bleus ke Perempat Final

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:21

Keuntungan BUMN Jadi Energi Baru Pembangunan

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:06

Selengkapnya