Berita

Ilustrasi

Rumah Kaca

Puisi-puisi Corona: Kematian, Setiap Kali

JUMAT, 25 JUNI 2021 | 08:05 WIB | OLEH: AMIR MACHMUD NS

tak lagi hanya pada setiap pagi
kita sentuh layar pintar, setiap saat
berdebar membuka pesan-pesan
WhatsApp pun jadi mahkamah hisab
dalam rutinitas ucapan senyap
inna lillahi wainna ilaihi rajiun...

inna lillahi wainna ilaihi rajiun...

: siapa lagi yang mati?

dan kita menghitung-hitung siapa saja
di mana, kapan, dan bagaimana
jiwa demi jiwa yang pergi

inikah ayat-ayat tentang virus laknat
yang tak berhenti menebar petaka
lalu petaka
lalu duka
dan kita habis-habisan dicehkannya

kau bayangkankah laknat dari alam maya?
kuasa jahat menertawakan perdebatan kita
tentang lockdown atau PSBB
tentang pilihan vaksin mana
tentang ketergopohan refocusing anggaran
tentang mereka yang melawan protokol
kesehatan
tentang mereka yang sinis terhadap masker
tentang mereka yang tak peduli kerumunan

ribuan nyawa tak sempat pamit pergi
jiwa-jiwa itu berebut waktu
lelah bersikutat mengantre ruang perawatan
tak mampu menunggu jatah tabung oksigen
tak betah mencari tempat isolasi

seperti inikah alam yang kau bayangkan
sepanjang inikah waktu yang kau perkirakan
sedahsyat inikah wabah yang kau kalkulasi
corona datang menguasai bumi
kerasan bertahan
menikmati perselisihan kita
yang mempertentangkan cara-cara perlawanan
dengan pidato-pidato tak bermutu
dengan pernyataan bersilangan
dengan kebijakan tak konsisten
dengan kental wajah politisasi

ke mana mereka yang suka berapi-api
membusakan janji-janji
mengembuskan angin sorga
menyerang siapa pun yang tak sesuara?

dengan unjuk gaya seperti apa
kalian memberi keyakinan
bakal mampu menenangkan anak negeri
memberi jaminan kami masih punya tempat
berlindung?

atau kalian belokkan perhatian kami
dengan isu-isu dan ekspresi nafsu menguasai
mencoba bermain-main dengan konstitusi

tahukah kalian: kami tak bernafsu lagi
terserah kau apasajakan negeri ini
kami hanya ingin tenteram
aman dari kepung kejam kematian.
(2021)

Dalam Benderang Pun Pepat Menguasai


jangan salahkan kami curiga kepada apa saja
menjadi paranoid terhadap siapa saja
semilir angin pun mendatangkan tanda tanya
apa yang dialirkannya ke pori-pori kulitku?

jangan salahkan kami memandang penuh tanya
sunyi masker tak bisa mengekspresikan jiwa
senyum ikhlas tenggelam di balik tirai
hanya mata yang bicara
dengan bahasanya

jangan salahkan kami tak mampu menata hati
mengubah perilaku beradaptasi
pada tiap titik harus kutilik
pada tiap ruang harus kuyakin

dalam benderang pun pepat menguasai
dalam cahaya pun gelap menertawai
dalam terang pun hitam mewarnai.
(2021)

Amir Machmud NS, wartawan, penyair, dan penulis buku. Puisi-puisinya terbit di sejumlah media dan antologi bersama. Dua buku kumpulan puisinya yang sudah terbit adalah
Tembang Kegelisahan dan Percakapan dengan Candi.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya