Berita

Presiden Joko Widodo./Net

Suluh

Jokowi, Padamu Rakyat Berharap

KAMIS, 24 JUNI 2021 | 22:01 WIB | OLEH: AZAIRUS ADLU

Gelombang kedua pandemi Covid-19 nampaknya sedang menerjang Indonesia, sejak lewat lebaran kemarin hingga kini tingkat penularan wabah ini sangat massif terjadi, terutama di Pulau Jawa. Alhasil, pemerintah kembali menerapkan pembatasan-pembatasan kegiatan masyarakat yang cukup ketat guna memangkas tingkat penularan.

Salah satu daerah yang massif penyebaran Covid-19 adalah Jakarta, sebagai Ibu Kota negara dan pusat bisnis, Jakarta menjadi wilayah yang butuh penanganan ekstra. Saat ini, kondisi Jakarta memprihatinkan, rumah sakit hampir penuh diisi pasien Corona, sama halnya dengan tempat-tempat yang ditunjuk sebagai lokasi isolasi pasien, hampir kolaps karena banyaknya orang yang terpapar.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bahkan sudah menyiapkan lokasi-lokasi baru untuk menguburkan pasien Covid-19 yang meninggal, karena saat ini, jumlah yang tewas akibat Covid-19 juga melonjak, ini sangat memprihatinkan. Negara ini sudah dilanda pandemi setahun lebih dan hingga kini tidak ada tanda-tanda negara punya strategi khusus dalam menangani pandemi.


Lihat saja prosantase penduduk yang sudah divaksinasi, jauh dari target, ditambah komando penanganan yang seakan tidak terpusat menambah beban negara dalam menghadapi pandemi, belum lagi tingkat disiplin publik yang rendah dan kurang tegasnya pemerintah menambah penjang deretan masalah yang membuat problem pandemi ini makin kompleks.

Sudah kondisi seperti itu, lucunya, energi bangsa ini justru terpecah dengan hingar bingar politik yang tidak jelas, tengok saja soal wacana masa jabatan presiden tiga periode, belum lagi polarisasi politik yang seakan mendarah daging, problematika buzzer yang seaolah mengadu domba anak bangsa, serta celoteh elite yang sepertinya sudah kebelet 2024, tak sabar menunggu gelaran Pilpres, inikah potret bangsa saat ini.

Di saat Ibu Pertiwi membutuhkan kucuran keringat, tenaga dan kreatifitas segenap elemen bangsa, namun kita semua masih berjibaku dengan persoalan temeh seperti masa jabatan presiden tiga periode yang jelas-jelas bertentangan dengan Undang Undang Dasar 1945. Sungguh keterlaluan!!!

Tidak pantas rasanya saat negara sedang susah payah menghadapi pandemi seperti ini justru elite politik lebih sering menyuarakan soal hal-hal yang tidak ada kaitannya dengan strategi mengentaskan pandemi. Memalukan!

Soal pandemi ini, sebenarnya semua juga tahu, tidak bisa dilawan dengan kerja sendiri-sendiri, kita semua harus kembali kepada karakter bangsa yang mengedepankan rasa gotong-royong, buang dulu politik yang tidak perlu, ego sektoral, buang dulu pandangan-pandangan yang menimbulkan friksi di tengah-tengah masyarakat. Saatnya kita semua disiplin, fokus agar badai pandemi ini berlalu.

Masa tidak iri melihat Kota Wuhan, yang katanya adalah tempat lahirnya Covid-19 kini sudah bisa senang-senang, warganya sudah bisa kembali beraktivitas normal, seperti apa yang disampaikan dalam pemberitaan-pemberitaan luar negeri dan media sosial.

Jangan buat problem pandemi ini berlarut-larut, tegas dalam mengambil keputusan, sinkron kebijakan dari atas hingga bawah agar pandemi bisa diatasi, rakyat bahagian kembali, ekonomi bangkit.

Jangan sampai kesedihan ini berlarut-larut, pasti sedih sekali rasanya kalau ada kenalan, teman, sahabat, keluarga kita yang tewas akibat wabah covid-19 namun tidak bisa kita urus, tidak bisa kita datangi untuk meringangkan beban, menyampaikan bela sungkawa karena penularan virus menghalangi.

Oleh karena itu, jangan salah lagi, jangan anggap enteng lagi, wabah ini jelas menjadi musuh nyata segenap tumpah darah Indonesia, karenanya harus dilawan dengan cara-cara ekstra, out of the box, kreatif dan terukur dari si pengambil keputusan tertinggi, yakni Presiden Joko Widodo.

Pak Jokowi, ayo tunjukan kalau Anda Presiden untuk semua rakyat, rangkul yang berlawanan, ajak mereka ikut bahu-membahu menghadapi pandemi, bereskan pendukung Anda yang ngaco, berikan peringatan keras, bahwasanya negara sedang genting, perlu pesan-pesan persatuan untuk menghadapinya, tidak boleh lagi ada debat kusir, semua elemen bangsa harus bersatu demi kejayaan bangsa dan negara.

Beritahu dunia, kalau Indonesia bersatu, tidak ada yang bisa mengalahkan Sang Garuda, padamu rakyat ini berharap, semoga setelah gelombang kedua ini, pandemi bisa kita atasi bersama.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Jenderal Agus Subiyanto Tinjau Gladi Bersih Upacara HUT Ke-81 TNI

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:11

Rayakan Milad ke-81, GPI Gelar Sidang Dewan Organisasi di Bogor

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:22

Jalan Panjang Brigjen Ami Prindani Hingga Jadi Kadensus 88 Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Pesantren Tanamkan Kesadaran Ekologi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

PKPA Peradi Profesional Raih Rekor MURI Peserta Terbanyak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:52

Trump Pangkas Dana Iklim Global, Program Konservasi Orangutan RI Ikut Kena Imbas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:22

Ekspor Lesu - Stok Melonjak: Harga Minyak Sawit Mentah Catat Penurunan Mingguan Kedua

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:57

PP GPI Apresiasi Gebrakan Reformasi Suyudi di Tubuh Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:45

DOJ Tutup Kasus Powell, Proyek Renovasi Fed Masih Berujung Audit

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:31

Selengkapnya