Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Virus Corona Varian Delta Sudah Beredar Di 85 Negara, Jadi Dominan Di Dunia

KAMIS, 24 JUNI 2021 | 14:56 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Saat ini, setidaknya sudah ada 85 negara yang terpapar virus corona varian Delta yang lebih menular. Sehingga diperkirakan varian ini akan menjadi dominan di dunia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam laporan mingguannya mengenai Covid-19 yang dirilis pada Selasa (22/6) menyebutkan, varian baru virus corona telah menyebar ke seluruh dunia.

Varian Alpha sejauh ini sudah ada di 170 negara dan wilayah, varian Beta di 119 negara, Delta di 85 negara, dan Gamma di 71 negara.


Keempat varian itu sudah dinyatakan oleh WHO sebagai varian yang perlu diperhatikan. Menurut WHO, varian Delta secara signifikan lebih menular dari varian Alpha.

"Delta, sekarang dilaporkan di 85 negara secara global, terus dilaporkan di negara-negara baru di semua Wilayah WHO, 11 di antaranya baru dilaporkan dalam dua minggu terakhir," kata laporan itu.

"Diperkirakan (varian Delta) menjadi garis keturunan yang dominan jika tren saat ini berlanjut," tambah laporan itu.

Berdasarkan studi di Singapura, infeksi varian Delta kemungkinan akan meningkatkan kebutuhan oksigen yang lebih tinggi, pasien akan masuk ke unit perawatan intensif (ICU) atau berujung kematian.

Studi yang dilakukan di Jepang menunjukkan bahwa varian Delta dikaitkan dengan transmisibilitas yang lebih besar daripada varian Alpha.

"Jika dibandingkan dengan varian yang beredar di Jepang sebelum Desember 2020, jumlah reproduksi sesaat relatif untuk Alpha diperkirakan 1,56 dan untuk Delta 1,78. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan Delta dikaitkan dengan 1,23 kali lebih tinggi transmisibilitas daripada Alpha," begitu kesimpulan studi tersebut.

Meski begitu, dua penelitian memberikan bukti bahwa vaksin Covid-19 AstraZeneca dan Pfizer-BioNTech dinyatakan ampuh melawan varian Delta.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya