Berita

Sejumlah SPBU di Lebanon menolak beroperasi/Net

Dunia

145 SPBU Di Lebanon Ogah Beroperasi Usai Karyawannya Jadi Korban Kekerasan Akibat Krisis BBM

KAMIS, 24 JUNI 2021 | 09:52 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Ratusan pemilik pom bensin di Lebanon telah menolak beroperasi setelah staf mereka mendapatkan kekerasan fisik ketika bahan bakar menipis.

Baru-baru ini, jejaring media sosial di Lebanon dipenuhi dengan video dan gambar yang menunjukkan kerusuhan, perkelahian massal, hingga penggunaan senjata api di SPBU ketika antrean menumpuk dan bahan bakar dibatasi.

SPBU Lebanon hanya bekerja sampai tengah hari dan mengisi tidak lebih dari 25 liter untuk satu mobil karena kurangnya pasokan.


Jurubicara distributor bahan bakar, Fadi Abu Shakra pada Rabu (23/6) mengatakan, terdapat 145 SPBU yang menolak untuk beroperasi karena khawatir dengan keselamatan karyawannya.

"Warga tidak ingin memahami bahwa SPBU tidak bertanggung jawab atas kebijakan pihak berwenang dan jatuhnya pound," kata Shakra, seperti dikutip Sputnik.

Kekurangan bahan bakar telah menjadi pemicu kecauan di Lebanon selama beberapa bulan terakhir, Krisis ekonomi membuat negara dan perusahaan swasta kehilangan dana untuk membeli bahan bakar yang cukup untuk menutupi permintaan, di mana harga bensin disubsidi oleh pemerintah.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya