Berita

Presiden Palestina Mahmoud Abbas/Net

Dunia

Mahmoud Abbas: Palestina Siap Bernegosiasi Jika Israel Hentikan Agresi

KAMIS, 24 JUNI 2021 | 09:24 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyatakan pihaknya akan bekerja sama dengan pemerintahan baru Israel yang dipimpin oleh Perdana Menteri Naftali Bennett jika Israel menghentikan agresi terhadap Palestina.

"Kami akan berurusan dengan siapa pun yang dipilih orang Israel. Jadi kita akan berurusan dengan mereka," kata Abbas dalam pidatonya di Ramallah pada Rabu (23/6).

"Namun itu semua tergantung pada penghentian agresi Israel terhadap Palestina, menyelesaikan masalah mendasar kami, dan memulai negosiasi untuk mencapai solusi permanen," tambahnya.


Bennett dilantik menjadi PM Israel pada 13 Juni, setelah membentuk kesepakatan koalisi dengan pemimpin partai oposisi Yesh Atid, Yair Lapid, dan lima partai lainnya. Salah satunya adalah partai Arab, Ra'am, yang pertama kali bergabung dalam pemerintahan.

Bennett dikenal sangat keras terhadap Palestina dan mendukung pendudukan di Tepi Barat. Buktinya pada Rabu, pemerintahan Bennett menandatangani proyek konstruksi pertama di pemukiman Israel di Tepi Barat.

Sementara itu, pemerintahan Abbas dari Fattah dikenal cukup berhati-hati dengan pemerintahan Bennett dengan menyebutnya sebagai "pemerintahan perubahan" karena berhasil mengakhiri 12 tahun kekuasaan Benjamin Netanyahu.

Di sisi lain, Hamas memiliki pandangan keras terhadap pemerintahan Bennett. Jurubicara Hamas Fawzi Barhum juga mengatakan pihaknya tidak peduli bentuk pemerintah Israel karena tidak akan mengubah sifat hubungan dengan Israel.

"Ini adalah entitas pendudukan pemukiman yang harus dilawan dan dari mana hak-hak kita harus direbut oleh setiap dan semua bentuk perlawanan, yang terutama adalah perjuangan bersenjata," ujarnya.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

4 Lapis Kegagalan PSSI dan Otoritas Liga

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:18

Air Zamzam Jemaah Haji akan Didistribusikan di Tanah Air

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:00

Gibran Prioritaskan Program MBG di Wilayah 3T

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:21

Ceko Kontra Afsel Berbagi Skor 1-1

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:19

Wamendes Dorong Intelektual Muda Mendukung Pembangunan Desa

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:00

MBG Bermanfaat untuk Masa Depan Anak-anak

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:26

Bomba Sayang Bumi Bagikan Bibit Tanaman di Muara Enim

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:11

Rupiah Tak Bisa Kuat hanya dengan Kebijakan Moneter

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:00

Warga Papua Surati Presiden Prabowo Minta Atensi Kasus Lahan Rp50 Miliar

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:51

Kinerja Mendag Budi Santoso Harus Dievaluasi Demi Akselerasi Ekonomi

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:37

Selengkapnya