Berita

Ilustrasi uang rupiah/Net

Bisnis

Kasus Covid-19 Masih Tinggi Faktor Utama Nilai Tukar Rupiah Melemah

KAMIS, 24 JUNI 2021 | 01:59 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah, ditutup dengan penurunan 30 poin atau 0,21persen menjadi Rp.14.432,5 per dolar AS, Rabu (23/6) sekitar pukul 15.30 WIB.

Dalam perdagangan Rabu sore (23/6), rupiah ditutup melemah 30 poin  walaupun sebelumnya sempat melemah 40 poin di level Rp 14.432 dari penutupan sebelumnya di level Rp 14.402.

Hari ini, mata uang rupiah kemungkinan dibuka fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 14.410 - Rp 14.470.


Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menyampaikan, faktor utama yang mempengaruhi melemah disebabkan sentimen negatif dari wabah Covid-19 yang saat ini mengalami peningkatan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir.

"Lonjakan penularan Covid-19 di Indonesia bukan karena kesalahan masyarakat semata, namun permasalahan kebijakan pemerintah yang tidak konsisten dalam mengatasi pandemi juga menjadi faktor penyebab, karena khawatir ekonomi akan melambat dan padahal sudah otomatis ekonomi melambat,” ucap Ibrahim, Rabu (23/6).

Dia menerangkan, baik pemerintah maupun masyarakat tidak mau belajar dan tidak mau mendengar pendapat para ahli wabah dan kesehatan masyarakat.

"Di awal program vaksinasi, misalnya, pemerintah hanya fokus untuk memberikan kepada para tenaga kesehatan dan petugas di pelayanan publik, serta masyarakat yang secara langsung berkontribusi terhadap perekonomian. Para ahli wabah atau dokter kemudian menyarankan agar para lansia yang sangat rentan terinfeksi masuk target prioritas,” katanya.

Selain itu, lanjut Ibrahim, sekitar 20 persen usia 60 tahun ke atas, jika terinfeksi mereka akan masuk rumah sakit dan 50% di antaranya akan meninggal dunia. Tapi bila mereka sudah divaksinasi, andai terjadi lonjakan mereka tak perlu sampai dirawat di rumah sakit sehingga penanganan bisa lebih rileks.

"Dari sisi masyarakat juga bebal/tidak mau karena ada sebagian yang menolak divaksin dan tidak menjalankan protokol kesehatan. Orang-orang tersebut merasa sehat dan kebal namun padahal tidak,” imbuhnya,

Menuut Ibrahim, pemerintah dan masyarakat seharusnya belajar dari pengalaman sebelumnya bahwa setiap libur panjang selalu terjadi lonjakan kasus Covid-19.

Ia menyayangkan pemerintah tidak tegas dalam menegakkan aturan laranagn mudik.

"Apalagi diketahui di banyak negara sudah bermunculan virus corona varian baru yang lebih dahsyat. Anehnya, ketika terjadi lonjakan kasus pasca lebaran di Kudus dan Bangkalan pun responsnya masih biasa, tidak buru-buru dilakukan penyekatan di daerah-daerah sekitar,” tandasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

Jaga Energi dan Cairan, Tantangan 14.000 Pelari Maybank Marathon 2026

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:25

Bawa Hasil Riset UGM ke Bursa, SWAP Bidik Dana Segar Rp45 Miliar Lewat IPO\

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:14

BEI Agendakan RUPSLB, Catat Syarat Kehadirannya

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:00

Iran Anggap Negara Pendukung Perang Ekonomi AS sebagai Musuh

Senin, 24 Agustus 2026 | 07:21

ASBI Laporkan Dugaan Penggelapan ke BEI-OJK, Enam Pihak Jadi Terlapor

Senin, 24 Agustus 2026 | 07:03

Hasil Penelitian Ungkap Air Galon Guna Ulang Tak Berisiko Kanker

Senin, 24 Agustus 2026 | 07:02

Pemuda Katolik NTT Berangkatkan Puluhan Relawan ke Flores

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:42

PAN Launching Lapor PAN dan PANsar Murah

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:27

Pertina Bawa Polemik Legalitas ke PTUN dan PN Jakpus

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:14

TNI AL Berhasil Operasi Patah Tulang Korban Gempa NTT di KRI

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:02

Selengkapnya