Berita

Ahli penyakit menular AS, Dr. Anthony Fauci/Net

Dunia

Anthony Fauci: Virus Corona Varian Delta Jadi Ancaman Terbesar Di AS

RABU, 23 JUNI 2021 | 10:21 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kemunculan virus corona varian Delta membuat khawatir pakar kesehatan karena dapat mengancam penanganan pandemi Covid-19.

Ahli penyakit menular ternama Dr. Anthony Fauci juga menyebut varian yang pertama kali diindentifikasi di India itu menjadi ancaman terbesar bagi upaya AS memberantas Covid-19.

"Penularannya tidak diragukan lagi, lebih besar varian Delta daripada varian asli Covid-19. Ini terkait dengan peningkatan keparahan penyakit," ujarnya dalam konferensi pers pada Selasa (22/6), seperti dikutip Reuters.


Meski demikian, Fauci mengatakan, AS telah memberikan izin penggunaan untuk vaksin Pfizer-BioNTech yang terbukti efektif mampu melawan varian baru virus corona.

"Kami punya alatnya, jadi mari gunakan dan hancurkan wabah ini," kata Fauci.

Penasihat senior Covid-19 Gedung Putih, Jeffrey Zients mengatakan, AS tampaknya akan gagal mencapai target memvaksinasi 70 persen orang dewasa pada 4 Juli dan membutuhkan beberapa pekan tambahan.

Ia menyebut, 70 persen orang dewasa di atas usia 27 tahun akan memiliki setidaknya satu dosis pada 4 Juli.

Sementara itu, lebih dari 150 juta orang atau 45 persen populasi di AS telah divaksinasi penuh.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya