Berita

Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Michelle Bachelet/Net

Dunia

PBB Ingin Kunjungi Xinjiang, China Siap Buka Pintu Selama Bukan Penyelidikan

SELASA, 22 JUNI 2021 | 13:18 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

China mengkritik pernyataan yang dikeluarkan oleh Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Michelle Bachelet terkait dengan kebebasan Hong Kong dan Xinjiang.

Dalam sidang Dewan HAM pada Senin (21/6), Bachelet mengatakan pihaknya memantau ketat penerapan UU keamanan nasional di Hong Kong dan telah meminta izin kunjungan ke Xinjiang.

Menanggapi hal tersebut, jurubicara perwakilan China untuk PBB Liu Yuyin menegaskan Hong Kong dan Xinjiang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari China dan masalah terkait dengannya adalah urusan dalam negeri China. Dengan begitu, Beijing tidak mengizinkan adanya campur tangan asing.


Liu menekankan, beberapa negara dan kekuatan dunia telah menyebarkan kebohongan terkait isu Xinjiang dengan alasan politik untuk mencoreng citra China.

Ia juga mengatakan China menyambut baik kunjungan Bachelet ke China dan Xinjiang. Tetapi ia menjelaskan, kunjungan itu harus ramah, bertujuan untuk mempromosikan pertukaran dan kerja sama antara kedua belah pihak, dan bukan "penyelidikan atas praduga bersalah".

Terkait Hong Kong, Liu mengatakan, UU keamanan nasional memberikan perlindungan kelembagaan dan hukum yang kuat untuk memastikan stabilitas jangka panjang dan kemakmuran kawasan serta stabilitas dan keberhasilan "Satu Negara, Dua Sistem".

"Tidak ada kebebasan tanpa batas dan dapat menembus garis bawah keamanan nasional, yang secara jelas diatur dalam konvensi internasional yang relevan. Hong Kong adalah masyarakat di bawah supremasi hukum, di mana setiap orang sama di depan hukum, tidak ada seorang pun yang di atas hukum, dan pelanggaran hukum pasti akan ditindak,” pungkasnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Wall Street Keluar dari Tekanan, Nasdaq Melonjak 1,69 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 08:14

Binar Emas Kembali Berkilau, Harga Melesat Lebih dari 2 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 07:35

Bursa Eropa Menguat Tajam setelah Harga Minyak Turun

Jumat, 18 September 2026 | 07:02

UMKM Binaan Peratamina

Jumat, 18 September 2026 | 05:52

KPK Harus Hati-hati Buka Informasi Dugaan Korupsi Bea Cukai ke Publik

Jumat, 18 September 2026 | 05:25

PPN Kejawanan Diproyeksikan jadi Magnet Pertumbuhan Ekonomi Pesisir

Jumat, 18 September 2026 | 04:57

Momentum Memperkuat Akuntabilitas Belanja Negara

Jumat, 18 September 2026 | 04:25

Pembangunan di Papua Perlu Libatkan Kelembagaan Adat

Jumat, 18 September 2026 | 03:48

Perhutani Dorong Ekonomi Desa Lewat Penyaluran PUMK

Jumat, 18 September 2026 | 03:20

Mengawal Garibaldi

Jumat, 18 September 2026 | 02:55

Selengkapnya