Berita

Presiden Jokowi/Net

Nusantara

Kinerja Tidak Memenuhi Harapan, Jokowi Diminta Copot Sekda Aceh

SELASA, 22 JUNI 2021 | 03:22 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Kinerjanya tidak memenuhi harapan dan ekspektasi masyarakat, Sekretaris Jenderal Gerakan Titipan Rakyat (GeTAR) Aceh, Teuku Izin alias Apung meminta kepada Presiden Joko Widodo, untuk memberhentikan Sekretaris Daerah Aceh, Taqwallah.

"Beberapa kasus, seperti mega Silpa senilai (Rp) 3,9 triliun, dan juga persoalan penyusupan anggaran berkode appendix, membuktikan Taqwallah tidak memiliki kompetensi sebagai pimpinan birokrasi," kata Apung seperti diberitakan Kantor Berita RMOLAceh, Senin (21/6).

Menurut Apung, kasus mega SILPA Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Aceh, tidak hanya menciderai dan merugikan rakyat.


Bahkan lebih daripada itu. Sekda Aceh telah menghancurkan sendi perekonomian daerah yang selama ini di topang oleh anggaran pemerintah.

Di tengah pandemi, dan ekonomi rakyat yang sulit, dan amanah Presiden Joko Widodo yang mendorong pemerintah daerah untuk mempercepat realisasi anggaran, namun faktanya, di Aceh justru terjadi mega SILPA.

"Belum lagi persoalan penyusupan anggaran berkode appendix atau AP, yang nilainya ratusan miliar," kata Apung.

Dapat dipastikan, kata dia, selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA), Sekda Aceh memiliki peran vital, mengetahui, dan mungkin saja terlibat dalam konspirasi jahat tersebut.

Apung menilai, dalam situasi rakyat yang tertimpa kesulitan, Sekda Aceh selaku Ketua TAPA, melalukan tindakan-tindakan yang melukai dan menciderai perasaan rakyat.

"Sudah sepatutnya, Gubernur Aceh Nova Iriansyah, untuk segera mengusulkan pergantian Sekda kepada Presiden Joko Widodo," kata Apung.

Apung menjelaskan jika terus dibiarkan Taqwallah menjabat, maka kedepan persoalan demi persoalan baru akan terus muncul, yang bermuara pada kerugian rakyat akan semakin besar.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya