Berita

Pusat perbelanjaan India kembali dipenuhi warga dengan mengabakan prokes, Minggu 20 Juni 2021/Foto AFP

Dunia

Keluar Dari Mimpi Buruk Tsunami Covid-19, Mal Dan Pasar Di India Mulai Dipadati Pengunjung Lagi

SENIN, 21 JUNI 2021 | 16:38 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Setelah beberapa minggu dihantui mimpi buruk akibat lonjakan kasus virus corona yang oleh para ahli bahkan disebut sebagai 'Tsunami Covid-19', warga kini mulai memenuhi  pusat perbelanjaan dan pasar di ibu kota New Delhi India. Bahkan, separuhnya abai pada aturan menggunakan masker protokol kesehatan.

Seorang perempuan bernama Surili Gupta, yang diwawancarai AFP menjadi salah satu pengunjung mal Select City Walk yang sibuk di Delhi. Ia mengatakan bahwa dirinya muak karena selama ini terkurung di dalam rumah.

"Aku butuh istirahat ini, sampai berapa lama kamu bisa tetap dikurung?" kata eksekutif penjualan berusia 26 tahun itu, saat dia menunggu meja di aula makanan yang penuh sesak di mal.


"Virus corona tidak akan pergi dalam waktu dekat, jadi kita harus belajar untuk hidup dengannya. Saya yakin dengan vaksinasi dan semuanya, kita akan baik-baik saja," lanjutnya.

Di belakangnya, kerumunan besar akhir pekan mengobrol dan tertawa, mereka nampak tidak terlalu memperhatikan pengumuman publik yang mengingatkan tentang jarak sosial dan mengenakan masker.

Staf mal melakukan pemeriksaan suhu ala kadarnya dan mengingatkan orang untuk membersihkan tangan mereka.

Tidak jauh dari situ, para pembeli memadati toko-toko dan kios-kios di pasar Lajpat Nagar, menawar syal, gelang, dan kosmetik murah.

Ada perdagangan yang ramai untuk penjaja makanan, yang menjual kulchey-choley - roti pipih yang disajikan dengan buncis pedas - dan makanan favorit lainnya kepada penumpang, topeng yang digantung saat mereka makan.

"Saya tidak akan datang hari ini tetapi itu sangat mendesak," kata Prerna Jain, seorang mahasiswa berusia 21 tahunan yang datang bersama ibunya.

"Sepupu saya akan menikah dan saya perlu membeli beberapa barang. Saya tahu ini belum aman, tetapi apa yang bisa saya lakukan? (Acara) ini sama pentingnya," katanya.

Delhi, kota besar berpenduduk 20 juta orang, menyaksikan pemandangan mengerikan pada bulan April dan Mei lalu, ketika kasus virus corona menyebar luas.

Krematorium kehabisan ruang, membakar tubuh siang dan malam, karena pasien yang terengah-engah meninggal di luar rumah sakit, tidak bisa mendapatkan tempat tidur, oksigen, dan obat-obatan.

Korban tewas India lebih dari dua kali lipat menjadi lebih dari 330.000, menurut angka resmi. Sekarang, lonjakan sudah berakhir dan pihak berwenang India melonggarkan penguncian.

Pada beberapa hari di Delhi sekarang, tidak ada pemakaman untuk korban Covid-19, turun dari 700 hari selama puncak baru-baru ini.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya