Berita

Anggota Komisi B DPRD Jatim, Rohani Siswanto/RMOLJatim

Politik

APTRI Dicurigai Punya Agenda Terselubung Di Balik Desakan Pencabutan Izin Pabrik Gula

JUMAT, 18 JUNI 2021 | 18:42 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Desakan pencabutan izin pabrik gula di Jawa Timur yang disuarakan Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) dinilai sarat dengan kepentingan terselubung.

Anggota Komisi B DPRD Jatim, Rohani Siswanto mengingatkan agar APTRI lebih fokus mengurusi kesejahteraan para petani tebu, ketimbang ribut mendesak dicabutnya izin pabrik gula milik PT KTM (Kebun Tebu Mas) di Lamongan dan PT RMI di Blitar.

“Saya kira lebih baik APTRI Jatim memikirkan bagaimana urus dan menyejahterakan petani tebu di Jatim. Tak usah urus dapurnya orang lain,” tegas politisi Gerindra ini dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/6).


Ia menjelaskan, mekanisme pencabutan izin sebuah pabrik harus berpijak pada regulasi yang ada, bukan atas desakan apalagi opini yang dibungkus kepentingan.

"Tentunya sudah ada instrumen negara yang diberikan kewenangan memberikan/mencabut izin tersebut. Kalau ada dugaan penyimpangan, laporkan saja ke pihak berwajib," tegasnya.

Rohani mengaku heran, sikap APTRI belakangan ngotot menyuarakan agar pabrik gula PT KTM dan PT RMI ditutup. Harusnya, sebuah asosiasi atau organisasi petani lebih memikirkan bagaimana petani bisa bergairah menanam tebu.

Senada dengan Rohani, anggota Komisi B DPRD Jatim lainnya, Subianto mengaku kurang sependapat dengan desakan pencabutan izin pabrik gula di Jatim. Jika itu dilakukan, ia khawatir investasi di Jatim bisa merosot.

“Ini kepentingan investasi bagi Jatim dan tentunya akan menambah PAD bagi Jatim," tandasnya.

APTRI sebelumnya mendesak pemerintah mencabut izin pabrik PT KTM di Lamongan dan PT RMI di Blitar Jawa Timur karena dituding tidak menjalankan janjinya untuk menambah luas lahan tanam tebu.

Bagi APTRI Jatim, ijin kedua perusahaan di Jatim itu sebagai pabrik gula kristal putih (GKP) berbasis tebu dengan kewajiban memiliki lahan tebu sendiri. Namun selama hampir 5 tahun terakhir tidak menepati janji untuk menyiapkan lahan tebu dan tanamannya sendiri.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya