Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Militer Rusia Kembangkan Obat Covid-19 Berbentuk Permen Karet

JUMAT, 18 JUNI 2021 | 17:26 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kementerian Pertahanan Rusia saat ini tengah mengembangkan obat antivirus baru untuk Covid-19 dalam bentuk permen karet.

Seorang sumber di kementerian mengungkap, pengembangan obat itu dilakukan sebuah unit penelitian yang juga terlibat dalam pengembangan vaksin Sputnik V, bekerja sama dengan Institut Penelitian Gamaleya.

"Lembaga Penelitian Pusat ke-48 kementerian pertahanan mulai mengembangkan obat antivirus terhadap infeksi virus corona baru dalam bentuk permen karet. Kombinasi bentuk penggunaan yang terjangkau dengan sifat mediasi kesehatan akan memberikan efek positif dalam memerangi penyebaran infeksi virus corona baru," kata sumber itu pada Jumat (18/6), seperti dikutip Sputnik.


Lembaga ini juga mengembangkan vaksin mukosa Covid-19 dalam bentuk marshmallow.

"Setelah pengujian, vaksin ini akan dimasukkan dalam rejimen terapi yang berbeda dan akan digunakan sebagai tambahan mekanisme yang ada untuk penggunaan obat pencegahan,” jelas sumber tersebut.

Tahun lalu, Amerika Serikat (AS) telah memasukkan Institut Penelitian Pusat ke-48 dan dua institusi sipil dan militer Rusia lainnya ke dalam daftar hitam atas dugaan terlibat dalam penelitian senjata kimia dan biologi.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya