Berita

Big Tech/Net

Dunia

DPR AS Tindak Lanjut Paket RUU Anti-Monopoli, Targetkan Google Hingga Amazon

JUMAT, 18 JUNI 2021 | 08:39 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Komite Kehakiman Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) melakukan pemungutan suara untuk enam paket RUU anti-monopoli yang menargetkan beberapa Big Tech.

Dalam pemungutan suara pada Rabu (16/7) tersebut, komite akan mempertimbangkan perubahan dan memutuskan apakah RUU tersebut akan dilanjutkan agar DPR dapat memberikan suara.

Dua dari paket RUU itu juga membahas masalah Big Tech atau perusahaan teknologi raksasa seperti Amazon.com Inc dan Google Aplhabet Inc, yang menciptakan platform bisnis lain dan kemudian bisnis dengan sama.


Salah satu paket RUU tersebut memaksa perusahaan untuk menjual bisnisnya, yang memicu banyak suara oposisi dari kelompok pro-teknologi.

Selain dua RUU yang ditujukan untuk konflik kepentingan dalam bisnis platform, RUU ketiga akan mengharuskan platform untuk menahan diri dari merger apa pun, kecuali dapat menunjukkan bahwa perusahaan yang diakuisisi tidak bersaing dengan produk atau layanan apa pun yang digunakan platform tersebut.

Anggota DPR juga memperkenalkan RUU kelima, di mana perusahaan yang berencana untuk melakukan merger besar harus membayar lebih.

RUU keenam akan memastikan bahwa jaksa agung negara bagian dapat tetap berada di pengadilan yang mereka pilih daripada memindahkan kasus mereka ke pengadilan yang dipilih terdakwa.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Wall Street Keluar dari Tekanan, Nasdaq Melonjak 1,69 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 08:14

Binar Emas Kembali Berkilau, Harga Melesat Lebih dari 2 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 07:35

Bursa Eropa Menguat Tajam setelah Harga Minyak Turun

Jumat, 18 September 2026 | 07:02

UMKM Binaan Peratamina

Jumat, 18 September 2026 | 05:52

KPK Harus Hati-hati Buka Informasi Dugaan Korupsi Bea Cukai ke Publik

Jumat, 18 September 2026 | 05:25

PPN Kejawanan Diproyeksikan jadi Magnet Pertumbuhan Ekonomi Pesisir

Jumat, 18 September 2026 | 04:57

Momentum Memperkuat Akuntabilitas Belanja Negara

Jumat, 18 September 2026 | 04:25

Pembangunan di Papua Perlu Libatkan Kelembagaan Adat

Jumat, 18 September 2026 | 03:48

Perhutani Dorong Ekonomi Desa Lewat Penyaluran PUMK

Jumat, 18 September 2026 | 03:20

Mengawal Garibaldi

Jumat, 18 September 2026 | 02:55

Selengkapnya