Berita

Anggota DPD RI asal Aceh, Fadhil Rahmi saat bersama salah seorang nelayan yang divonis penjara lima tahun/Ist

Politik

Senator Asal Aceh Berang Saat Dengar Tiga Nelayan Penolong Rohingya Divonis 5 Tahun Penjara

KAMIS, 17 JUNI 2021 | 22:57 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Vonis lima tahun penjara yang diputuskan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lhoksukon kepada tiga nelayan Aceh membuat senator asal Aceh berang.

Anggota DPD RI asal Aceh, Fadhil Rahmi pun meminta para pengacara untuk banding atas vonis yang diberikan kepada para nelayan yang menolong Rohingya beberapa waktu lalu itu.

“Banding! Saya bersama ketiga nelayan ini,” kata pria yang akrab disapa Syech Fadhil, Kamis (17/6).


Wakil Ketua Komite III DPD RI ini mengaku mengenal baik dengan sosok Faisal, nelayan Aceh yang dihukum 5 tahun penjara hanya karena menolong Rohingya yang terdampar di perairan Aceh.

“Saya bertemu dengan Faisal di salah satu warkop di Kota Lhokseumawe, sekitar setahun yang lalu. Orangnya sangat baik,” ujar Syech Fadhil.

Karena mengenal baik, Syech Fadhil bahkan rutin memberi bantuan kepada anak Faisal yang sedang menempuh pendidikan di salah satu dayah di Aceh Utara.

“Harusnya mereka yang menolong Rohingya dibantu dan diapresiasi. Bukan malah divonis bersalah dan dihukum,” sesalnya.

Tiga nelayan Aceh yang divonis hukuman 5 tahun penjara, yakni nelayan asal Desa Matang Bayu Kecamatan Baktiya, Faisal Afrizal (43); warga Desa Gampong Aceh, Abdul Aziz (31); dan satu orang nelayan asal Baktiya, Aceh Utara.

Hakim menyebutkan, terdakwa melanggar Pasal 120 ayat (1) UU 6/2011 tentang Keimigrasian Juncto pasal 55 KUH Pidana. Selain dipidana lima tahun penjara, ketiganya juga dihukum denda Rp 500 juta, subsider satu bulan kurungan.

Mereka divonis oleh majelis hakim PN Lhoksukon, Aceh Utara pada Senin lalu (14/6).

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya