Berita

Politisi Partai Golkar, Meutya Hafid/Net

Politik

Elektabilitas Airlangga Meningkat, Golkar: Bukti Beliau Kerja Nyata

KAMIS, 17 JUNI 2021 | 21:14 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Hasil survei LSI Denny JA yang menempatkan Airlangga Hartarto masuk lima besar kandidat capres 2024 menunjukkan bahwa Ketua Umum Partai Golkar tersebut telah bekerja secara nyata.

Dalam Survei LSI Denny JA, elektabilitas Airlangga sebesar 5,8 persen, lebih tinggi dari Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono 3,8 persen dan Ketua DPR RI Puan Maharani 2 persen.

Di atas Airlangga, ada Ketum Gerindra Prabowo Subianto dengan 23,5 persen, Ganjar Pranowo 15,5 persen, dan Anies Baswedan 13,8 persen.


Menurut anggota DPR RI Fraksi Golkar, Meutya Hafid, posisi capres tiga besar belum ada yang mencapai 25 persen, artinya kekuatannya cenderung masih imbang.

"Dalam arti tidak ada yang mencapai suara mayoritas. Kami memandang kontestasi di lapangan akan menarik dan masyarakat akan memilih berdasar kerja-kerja partai," kata Meutya, Kamis (17/6).

Golkar sendiri saat ini masih fokus pada kerja-kerja membantu pemerintah dalam hal kesehatan dan ekonomi. Hal tersebut sebagaimana posisi Airlangga sebagai Menko Perekonomian dan juga merangkap sebagai Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN).

Meutya juga melihat ada kans yang cukup besar bagi Golkar dan Airlangga. Masuknya Airlangga di posisi lima besar dan dianggap menjadi king maker Pilpres 2024 diraih bahkan tanpa melakukan kampanye masif.

Hal ini membuktikan bahwa masyarakat telah melihat kinerja apik Airlangga di pemerintahan, tanpa perlu melakukan kampanye yang jor-joran.

"Beliau (Airlangga) belum kampanye. Ini menjadi energi untuk Partai Golkar bahwa masyarakat mengapresiasi kinerja beliau sebagai Menko Perekonomian dan Ketua PC/PEN. Ini bukti beliau kerja nyata,” lanjut Ketua Majelis Penggalangan Opini (MPO) Partai Golkar ini.

Adapun survei LSI Denny JA dilakukan pada 28 Mei hingga 4 Juni 202 dengan mengambil sampel 1.200 responden, dengan metode multistage random sampling. Margin of error dalam survei tersebut sebesar 2,9 persen.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya