Berita

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti/Ist

Politik

Khawatir Klaster Baru, Ketua DPD RI Minta Pertemuan Parpol Direm, Termasuk Munas Kadin

RABU, 16 JUNI 2021 | 21:57 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Lonjakan kasus Covid-19 secara nasional diharapkan menjadi pengingat bagi semua pihak untuk meminimalisir pertemuan skala besar, baik yang dilakukan pejabat atau politisi sekalipun.

“Saya berharap agenda organisasi maupun partai yang akan menggelar pertemuan dengan menghadirkan stakeholder dari seluruh provinsi ditunda dulu. Kita sudah lihat tren penyebaran dan kasus Covid-19 meningkat di banyak wilayah," kata Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, Rabu (16/6).

Imbauan tersebut juga ditujukan kepada rencana agenda Munas Kadin Indonesia yang akan diselenggarakan di Kendari, Sulawesi Tenggara pada 30 Juni mendatang. Menurutnya, organisasi para pengusaha itu harus memberi contoh kepada masyarakat untuk menunda demi kemaslahatan umum.


“Saya juga pengurus Kadin, saya hapal betul kalau Munas Kadin pasti akan dihadiri ratusan orang. Peserta resmi dan peninjau saja sudah 5 orang per provinsi. Belum pengurus Kadin Indonesia dan panitia, SC, dan OC dan lain-lain," jelasnya.

"Jadi menurut saya tunda saja. Daripada menjadi klaster baru Covid-19," tandas Ketua Dewan Penasehit Kadin Jatim ini.

Desakan penundaan Munas Kadin Indonesia ke-VIII sebelumnya sudah pernah dilontarkan beberapa Ketua Kadin Provinsi, menyusul meningkatnya kasus Covid-19 setelah libur lebaran kemarin.

Usulan penundaan itu juga datang dari Ketua Kadin Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara dan beberapa kota lain. Mayoritas menyoroti tempat dan waktu Munas, dimana semula di Bali, pada 2 sampai 4 Juni 2021, pindah dan mundur ke Kendari pada 30 Juni 2021.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya