Berita

Anggota Komisi IX DPR RI fraksi PDI Perjuangan, Rahmad Handoyo/Net

Politik

Legislator PDIP Minta Pemerintah Timbang-timbang Usulan Lockdown

RABU, 16 JUNI 2021 | 14:33 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kebijakan pengendalian Covid-19 didorong banyak pihak untuk lebih diperketat dengan menerapkan penguncian wilayah  atau lockdown.

Desakan itu, diharap Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo, untuk dipertimbangkan pemerintah pusat.

Sebabnya, selama satu pekan belakangan angka kasus positif mengalami lonjakan hingga ke angka delapan ribu lebih. Pemerintah pun mengkonfirmasi bahwa gelombang Covid-19 ini disebabkan penyebaran varian Delta 1617.2 dari India.


"Terhadap adanya pemikiran lockdown, boleh jadi ini segera didalami meski tidak dengan cara penutupan secara total seperti negara lain," ujar Rahmad kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (16/6).

Dalam mempertimbangkan masukan masyarakat terkait lockdown, Politisi PDI Perjuangan ini menyarankan pemerintah untuk melakukan kajian secara komprehensif.

Namun begitu, ia mendorong agar pemerintah membuat kebijakan pengendalian Covid-19 yang sesuai dengan kehidupan sosial dan budaya Indonesia.

"Sesuai dengan kondisi sosial kita, dengan karakteristik sosial kita, tanpa menimbulkan efek yang besar dengan adanya kebijakan ini,” katanya.

Lebih lanjut, legislator asal Boyolali ini mengaku lebih mendorong pemerintah menerapkan PPKM Mikro. Karena ia menilai kebijakan ini lebih efektif untuk menekan penyebaran Covid-19.

"Saya pribadi lebih condong pada pelaksanaan PPKM skala mikro dengan pelaksanaan yang lebih masif, lebih ketat dan lebih tegas dalam menjalankan dan menerapkan aturan, dengan melibatkan seluruh elemen dari pusat sampai pemerintahan desa  termasuk RT/RW,” tandasnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya