Berita

Direktur Eksekutif Surveylink Indonesia, Wempy Hadir/RMOL

Politik

Berdampak Elektoral, Partai Nasdem Disarankan Hitung Untung Rugi Konvensi Capres 2024

RABU, 16 JUNI 2021 | 04:38 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Wacana konvensi calon presiden yang akan dilakukan Partai Nasdem dinilai sebuah langkah maju dalam dunia politik Indonesia.

Pengamat politik Wempy Hadir mengatakan, menjelang pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang ada keuntungan dan kerugian jika konvensi dilakukan oleh Nasdem.

Kata Wempy, Partai Nasdem akan mendapatkan peningkatan popularitas jika melakukan konvensi.


"Apalagi jika banyak figur yang mendaftar sebagai peserta konvensi. Selain itu, ini bisa membangun image bahwa partai Nasdem merupakan partai publik yang melibatkan publik dalam proses politik," demikian analisa Wempy kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (16/6).

Meski demikian, Partai Nasdem harus hati-hati jika hasil konvensi ternyata tidak mampu diwujudkan sebagai Capres 2024.

Kalkulasi politik Wempy, perolehan suara Nasdem hanya 10,26 persen. Dengan demikian, akan berdampak pada elektoral partai dengan jargon restorasi Indonesia itu.

"Artinya Nasdem tidak bisa mengusung capres maupun cawapres sendiri. Dia mesti berkoalisi dengan salah satu partai atau yang mempunyai persentase kursi DPR RI di atas 10 persen," demikian kata Wempy.

Direktur Eksekutif Surveylink Indonesia ini menyarankan agar Partai Nasdem menyaring figur potensial yang akan mengikuti konvensi.

Selain itu, Partai Nasdem harus melakukan konsolidasi politik dengan partai lain.

"Hal yang paling Penting adalah Nasdem perlu menyaring figur-figur dalam konvensi. Tentu tidak semua figur masuk menjadi peserta konvensi," demikian kata Wempy.

Beberapa nama yang dikaitkan dengan pencalonan presiden Nasdem adalah Gubernur DKI Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan juga Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad Ali mengatakan sampai saat ini pihaknya belum menentukan kapan akan dilakukan Konvensi. Partai Nasdem sejauh ini masih melakukan rembuk politik baik di internal dan pihak eksternal partai.

Populer

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

Pujian Anies ke JK Benamkan Ade Armando Cs

Senin, 18 Mei 2026 | 04:20

UPDATE

Kemlu: PT DSI Tingkatkan Kepercayaan Global terhadap Ekspor RI

Jumat, 22 Mei 2026 | 14:20

Pantai Gading Perkuat Dukungan untuk Inisiatif Otonomi Sahara Maroko

Jumat, 22 Mei 2026 | 14:07

Penduduk Indonesia Bertambah 1,4 Juta Jiwa

Jumat, 22 Mei 2026 | 14:03

Pidato Prabowo Cerminkan Optimisme Menjaga Stabilitas Ekonomi Nasional

Jumat, 22 Mei 2026 | 14:02

KPK Panggil Plt Bupati Tulungagung dan Sejumlah Pejabat dalam Kasus Dugaan Pemerasan

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:53

Kemenkeu dan BI Harus Bisa Menerjemahkan Keinginan Prabowo

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:41

Polisi Tetapkan Sopir Green SM Tersangka Taksi vs KRL di Bekasi

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:26

Sembilan WNI Jalani Visum dan Tes Kesehatan di Turki

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:26

IKN Disiapkan Jadi Superhub Ekonomi Baru Indonesia

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:20

Semen Indonesia Pangkas Empat Anak Usaha dalam Program Streamlining

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:16

Selengkapnya