Berita

Kiai Said Aqil Siroj saat hadiri halal bihalal LPPNU/Net

Politik

Keadilan 'Jauh Panggang Dari Api', Said Aqil Instruksikan LPPNU Bela Petani

RABU, 16 JUNI 2021 | 04:00 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) perlu mendorong pemerintah dalam penerapan sila kelima Pancasila yang hingga saat ini terkesan belum benar-benar diwujudkan.

Bahkan penerapan sila keadilan sosial itu seperti jauh panggang dari api.

Demikian disampaikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan


"Bunyi sila kelima Pancasila; Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Mana ada keadilan kalau yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin?" kata Kiai Said.

Menurut Kiai Said, rakyat kecil sangat sulit untuk menuntut hak-haknya.

Atas dasar itulah, Kiai Said meminta pemerintah selalu berusaha mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Salah satu elemen penting dari rakyat kecil yang harus dibela adalah petani.

Kelompok petani di mata Kiai Said merupakan golongan yang beriman kepada Tuhan.

Terbukti, saat setelah menanam, mereka berdoa kepada Tuhan agar tanaman tersebut disuburkan dan menghasilkan panen yang maksimal.

“Semua petani beriman kepada Tuhan, karena mengharapkan rahmat Tuhan,” kata pengasuh Pesantren Luhur Al-Tsaqafah Jakarta Selatan ini.

Namun, saat panen, seringkali harga hasil pertanian belum tentu menguntungkan. Padahal untuk pertanian tersebut bibit dan pupuknya sudah mahal. Saat panen pihak yang diuntungkan bukanlah petani namun tengkulak karena dapat menjual dengan harga tinggi.

Kiai Said menekankan, hadirnya LPPNU sangat penting karena  warga NU basic-nya adalah para petani baik petani yang memiliki lahan maupun buruh tani.

Dengan kondisi itu, para petani perlu diberikan afirmasi, pembelaan, dukungan.

"Fondasi ekonomi  bangsa adalah petani. Sangat penting, LPPNU menjadi pendamping para petani. Pengayom, tutor petani agar petani melek digital, bisnis ekoni, teknologi pertanian," imbuhnya.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Gus Yaqut dan Jokowi, Siapa yang Benar?

Minggu, 01 Februari 2026 | 04:09

Ketika Eropa Abad ke-18 Begitu Jorok, Terbelakang, dan Menjijikkan

Minggu, 01 Februari 2026 | 04:05

Eks Relawan: Jokowi Manusia Nggedabrus

Minggu, 01 Februari 2026 | 03:33

Mantan Ketua LMND Muhammad Asrul Gabung PSI

Minggu, 01 Februari 2026 | 03:12

Kentungan Oranye Anies

Minggu, 01 Februari 2026 | 03:01

Pemain Saham Gorengan Bakal Disikat

Minggu, 01 Februari 2026 | 02:27

MUI: Board of Peace Neokolonialisme Gaya Baru

Minggu, 01 Februari 2026 | 02:17

Jokowi Hadiri Rakernas PSI, tapi Tak Sanggup ke Pengadilan, Warganet: Penyakit Kok Pilih-pilih

Minggu, 01 Februari 2026 | 02:01

Prabowo Pede Fundamental Ekonomi RI Tetap Kuat di Tengah Gejolak Pasar Modal

Minggu, 01 Februari 2026 | 01:15

Pengangkatan 32 Ribu Pegawai Inti SPPG Jadi PPPK Picu Kecemburuan

Minggu, 01 Februari 2026 | 01:06

Selengkapnya