Berita

Perbatasan Aceh Tamiang-Langkat/RMOLAceh

Nusantara

Meresahkan Sopir Angkutan, DPR Aceh Minta Polisi Tindak Preman Di Perbatasan Aceh-Sumut

RABU, 16 JUNI 2021 | 02:59 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Tgk Muhammad Yunus meminta Kepolisian Daerah (Polda) Aceh menindak sejumlah aksi premanisme di perbatasan Aceh-Sumut.

Informasi yang diterima Yunus, para preman itu kerap meneror sopir angkutan di kawasan Sumatera Utara.

"Kami banyak mendapatkan laporan dari masyarakat tentang tindak kekerasan dari beberapa ormas yang ada di perbatasan. Ini masalahnya bukan di Aceh tapi di Sumatera Utara," kata Muhammad Yunus seperti diberitakan Kantor Berita RMOLAceh, Selasa (15/6).


Menurut Yunus, berdasarkan keterangan beberapa sopir, di sana banyak ormas preman yang sering meneror hingga memeras para sopir yang melintas.

Ormas tersebut, kata Yunus, di antaranya adalah Baracuda, Sangkur Sakti (SS), dan Preman Setempat (PS).

Preman-preman ini memaksa sopir truk barang untuk masuk ke organisasi mereka dan menyetorkan sejumlah uang sebagai tanda keanggotaan.

Kata Yunus, jika sopir menolak memberikan uang, tak ragu mencederai para sopir.

“Kemarin itu ada mobil yang dilempar pakai batu, malah ada sopir yang kepalanya bocor,” kata Yunus.

Kondisi ini jelas memberatkan para sopir. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini.

Yunus mengatakan, Komisi I DPR Aceh telah menyampaikan hal ini kepada Kapolda Aceh Irjen Wahyu Widada dan meminta kepolisian mengatasi hal ini.

"Pak Kapolda menyikapinya dengan sangat bagus dan beliau akan langsung menindaklanjuti. Beliau menyampaikan ini perintah Kapolri memang untuk menjaga keamanan, kenyamanan rakyat," kata Yunus.

Politikus Partai Aceh (PA) ini berharap, Kapolda Aceh segera berkoordinasi dengan Kapolda Sumatera Utara untuk mengatasi hal ini.

DPR Aceh juga berencana untuk bertemu dengan Kapolda Sumut untuk melaporkan hal ini.

"Kita berharap supaya tindak kekerasan terhadap para sopir, khususnya mobil-mobil yang ada di Aceh ini, tidak lagi diganggu lagi oleh ormas-ormas yang ada di Sumut," kata Yunus.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Serap Aspirasi Warga Pandeglang, Arif Rahman Kawal Sektor Pertanian dan Perikanan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 10:14

Hormati Putusan MK, Komisi X DPR Minta Pendidikan dan MBG Tetap Jalan Beriringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak Maret

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:51

Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu, Satu Gram Jadi Rp2,6 Juta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:41

Kesiapan Fasilitas Zikir Kebangsaan Monas: Dari Ambulans Hingga Ratusan Ribu Konsumsi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:34

K-SIGN Rote Ndao Dipacu Jadi Pilar Swasembada Garam Nasional

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:15

Harga Logam Mulia Terkoreksi Meski Mampu Akhiri Tren Penurunan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:02

Dul Mungkin Tak akan Naik Bus Malam Lagi Setelah Ketahuan Bawa Sabu

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:45

Arab Saudi Sambut Kesepakatan Pelucutan Senjata di Gaza, Israel Harus Mundur

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:34

Ramai Mal Pasang Pagar Tinggi di Tengah Situasi Kamtibmas Kondusif

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:23

Selengkapnya