Berita

Menkeu Sri Mulyani di Pasar Santa, Kebayoran, Jakarta/Repro

Bisnis

Serangan Balasan Sri Mulyani: Jangan Mudah Termakan Hasutan

SELASA, 15 JUNI 2021 | 10:45 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melancarkan “serangan balasan”, kemarin (Senin, 14/6), dari Pasar Santa di Kebayoran, Jakarta Selatan.

Di pasar itu, sambil memilih-milih buah dan sayuran, ia berbicara dalam sejumlah pedagang. Mendengarkan pengalaman mereka bertahan di tengah situasi pandemi yang belum pasti.

Perjalan ke Pasar Santa dilaporkan Sri Mulyani di laman Facebook miliknya.


Seorang pedagang buah, Ibu Rahayu, tetap bekerja tak menyerah, walaupun pelanggan berkurang.

Pedagang sayur Ibu Runingsih, mulai melayani pembeli secara online. Ia menerima Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) sebesar Rp 2,4 juta dan Rp 1,2 juta dari Pemerintah yang bermanfaat untuk menambah modal bahan jualannya. Anaknya yang masih SMP juara kelas dan juga mendapat bea siswa dari pemerintah.

Seorang ibu pedagang bumbu gulai dan rendang juga melayani pemesanan dan pengiriman bumbu ke pelanggan.

“Luar biasa daya juang dan kreativitas mereka,” tulis Sri Mulyani.

Dia juga mencatat keluhan dan kekhawatiran yang disampaikan sang ibu pedagang bumbu karena membaca berita tentang pajak sembako.

Kepadanya, Sri Mulyani menjelaskan pemerintah tidak mengenakan pajak untuk sembako yang dijual di pasar tradisional yang menjadi kebutuhan masyarakat umum.

“Pajak tidak asal dipungut untuk penerimaan negara, namun disusun untuk melaksanakan azas keadilan,” tulis dia lagi.

Beras produksi petani lokal seperti Cianjur, Rojolele, Pandan Wangi, dan sebagainya yang merupakan bahan pangan pokok dan dijual di pasar tradisional tidak dipungut pajak (PPN). Namun beras premium impor seperti beras Basmati dan Shirataki yang harganya bisa 5 sampai 10 kali lipat dan dikonsumsi masyarakat kelas atas, seharusnya dipungut pajak.

Demikian juga daging sapi premium seperti daging sapi Kobe, Wagyu yang harganya 10 sampai 15 kali lipat dari harga daging sapi biasa, seharunya dikenakan pajak berbeda dengan bahan kebutuhan pokok rakyat banyak.

“Itu asas keadilan dalam perpajakan, (dimana) yang lemah dibantu dan dikuatkan dan yang kuat membantu dan berkontribusi,” tulis Sri Mulyani lagi.

Dia juga menambahkan, dalam menghadapi dampak Covid yang berat, Pemerintah justru memberikan banyak insentif pajak untuk memulihkan ekonomi.

Pajak UMKM, pajak karyawan (PPH 21) dibebaskan dan ditanggung pemerintah. Pemerintah membantu rakyat melalui bantuan sosial, bantuan modal UMKM seperti yang telah diterima pedagang sayur di Pasar Santa tersebut, diskon listrik rumah tangga kelas bawah, internet gratis bagi siswa, mahasiswa dan guru.

“Pemerintah juga memberikan vaksin gratis dan biaya rawat gratis bagi yang terkena Covid. Inilah fokus pemerintah saat ini, yaitu melindungi rakyat, ekonomi dan dunia usaha agar bisa tidak hanya bertahan namun pulih kembali secara kuat. Semangat para pedagang untuk bangkit sungguh luar biasa,” masih urainya.

Pada bagian akhir, Sri Mulyani mengajak anggota masyarakat untuk menjaga dan memuliskan ekonomi nasional. Serta tidak lupa terus mematuhi protokol kesehatan saat melakukan berbagai aktivitas.
⁣
“Jangan mudah termakan hasutan,” tutupnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah jadi 53 Orang, 135 Warga Luka-Luka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:27

Rusak Berat Diguncang Gempa, Hotel Jayakarta Suites Komodo Flores Tutup Sementara

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:43

SBY Minta Maaf

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:15

Tembus Jalur Laut, Bantuan Gempa M 7,7 Disalurkan ke Pulau Palue Sikka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:47

Polri Terbangkan 10 Anjing K9 untuk Cari Korban Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:12

3,4 Ton Logistik untuk NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:50

Reza Aulia Diberhentikan, Kursi Direktur Niaga Garuda Kosong

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:40

Kemendikdasmen Jangan Lamban Merespons Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:04

Retorika Janji Kemerdekaan

Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:35

Jalur Alternatif Darat Penghubung Ende-Nagekeo Masih Terputus

Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:33

Selengkapnya