Berita

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo/Ist

Nusantara

Gubernur Ganjar Perintahkan Kepala Daerah Ambil Sampel Whole Genome Sequencing

SENIN, 14 JUNI 2021 | 19:10 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Seluruh kepala daerah di Jawa Tengah diinstruksikan untuk mengambil sampel whole genome sequencing (WGS) guna mengetahui penyebaran mutasi virus SARS-Cov2 atau Covid-19.

Instruksi tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo seiring meningkatnya kasus Covid-19 di wilayahnya. Ganjar menduga, lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di Jawa Tengah disebabkan karena varian baru.

"Yang terdeteksi sekarang baru di Kudus, tapi semuanya harus waspada. Saya minta Bupati, Walikota kalau ambil sampel tes, tolong juga ambil sampel untuk tes genome sequencing-nya," kata Ganjar diberitakan Kantor Berita RMOLJateng, Senin (14/6).


Ganjar menduga, varian baru tidak hanya di Kudus. Sebab dalam rapat terbukti, ada warga Sragen yang positif setelah pulang mengikuti acara kondangan di Kudus.

"Maka saya perintahkan ini segera dilakukan pengambilan sampel genome sequencing. Kepada bupati dan walikota, saya minta perintahkan Kadinkes masing-masing melakukannya," jelasnya.

Ia berharap tes tersebut akan bisa mengetahui lebih cepat apabila varian baru memang sudah menyebar. Masyarakat diminta hati-hati, karena varian baru Covid-19 dari India sudah masuk ke Jawa Tengah.

"Tidak ada kata lain selain taati protokol kesehatan. Pakai masker, jaga jarak, rajin cuci tangan pakai sabun, mengurangi mobilitas dan menjauhi kerumunan," terangnya.

Disinggung terkait adanya broadcast yang menyebar di grup-grup WA untuk menghindari Jawa Tengah, Ganjar mengatakan tidak tahu tentang informasi itu.

"Dari mana info itu, saya tidak tahu. Jangan panik, tapi harus hati-hati. Maka kalau tidak penting, ndak usah keluar rumah. Kalau terpaksa keluar rumah, maskernya jangan pernah dilepas," pungkasnya.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya