Berita

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dalam tayangan Podcast yang diunggah akun YouTube Deddy Corbuzier, Minggu (13/6)/Net

Politik

Alasan Prabowo Gabung Jokowi: Kalau Sama-sama Ingin Mengabdi, Kenapa Harus Saling Melawan?

MINGGU, 13 JUNI 2021 | 09:55 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Langkah kuda Prabowo Subianto usai Pilpres 2019 lalu masih terus menjadi pertanyaan publik. Salah satu pertanyaan yang muncul adalah alasan mendasar apa yang kemudian membuat ketua umum Partai Gerindra itu mau merapat ke barisan pemerintah.

Prabowo dan Jokowi adalah rival pada dua pilpres 2014 dan 2019. Setelah kekalahan dari Jokowi pada seri Pilpres 2019, Prabowo menjadi Menteri Pertahanan.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat berbicara dalam tayangan Podcast yang diunggah akun YouTube Deddy Corbuzier, Minggu (13/6), justru mengaku masih bingung dengan banyaknya orang yang mempertanyakan keputusannya menjadi bagian kabinet Presiden Joko Widodo.


"Saya juga bingung orang banyak bertanya seperti itu," ujarnya.

Dikatakan Prabowo, bahwa dia memang menjadi rival dari Jokowi di dua pilpres. Tetapi, bagi dia, rival tak selamanya harus menjadi lawan.

"Kita rival dalam satu kompetisi apakah rival dalam kompetisi harus menjadi lawan, coba kita ingat waktu kita di sekolah, ada yang menang ada kalah, gue main sepakbola tim gue kalah apa kita gebuk-gebukan? itu menurut saya IQ yang sangat rendah," jelasnya.

Lanjut Ketua Umum Partai Gerindra ini, baik dia dan Jokowi pada dasarnya memililo tujuan yang sama untuk mengabdi pada Indonesia. Hal ini yang menjadi latar dia menerima diajak menjadi bagian kabinet.

"Beliau ingin jadi presiden, gue ingin jadi presiden, dia ingin jadi presiden untuk mengabdi, untuk berbakti, untuk Indonesia, saya juga begitu," tuturnya.

"Kalau sama-sama ingin mengabdi untuk Indonesia kok harus saling melawan?" tandasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya