Berita

Tiga unit mobil balap milik tim BJRT yang disiapkan menjalani seri Kejurnas Rally 2021/ist

Olahraga

Ini Resep Tim Beagle Jogja Bisa Tempati Posisi 5 Kejurnas Rally Meski Dana Terbatas

SABTU, 12 JUNI 2021 | 21:30 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Keterbatasan dana tak menyurutkan langkah tim balap Beagle Jogja Rally Team (BJRT) untuk beprestasi. Buktinya, tim asal kota gudeg ini berhasil menempati posisi 5 pada gelaran Kejurnas Rally 2021 seri pertama yang berlangsung di Tanjung Lesung, Banten, 10-11 Mei yang lalu.

Pegiat otomotif senior Jogjakarta sekaligus pengurus tim BJRT, Bukbis Pancawinarna, mengatakan, pencapaian prestasi membanggakan pada gelaran Kejurnas Rally 2021 seri pertama tersebut tidak lepas dari peran serta seluruh anggota tim seperti pebalap serta bagian teknis yang bekerja di belakang layar.

Bukbis menggarisbawahi, moncernya BJRT berkat peran tim teknis dalam memaksimalkan dana operasional tim yang terbatas.


"Kita tidak dapat mengingkari bahwa olahraga otomotif memerlukan biaya yang sangat besar. Namun, segala keterbatasan tersebut bukanlah alasan bagi kami untuk tidak mempersembahkan yang terbaik baik Jogjakarta," ujar Bukbis dalam keterangan tertulis, Sabtu (12/6).

Bukbis menjelaskan, tidak semua komponen yang digunakan oleh mobil- mobil balap di timnya berasal dari produsen luar negeri.

"Akan sangat mahal bila seluruh komponen mobil- mobil kami harus menggunakan barang impor atau dari brand ternama," tambahnya.

Untuk itu, lanjut Bukbis, pihaknya berusaha mengoptimalkan potensi lokal yang ada dengan cara menggandeng berbagai UMKM di Daerah Istimewa Jogjakarta yang bergerak di bidang otomotif.

"Banyak komponen mobil- mobil (tim) Beagle yang diproduksi home industry lokal," jelas Bukbis.

Menurut Bukbis, selain dapat memberdayakan UMKM lokal, hal tersebut juga menjadi penghematan yang cukup besar bagi tim, lantaran selisih harga yang sangat besar dibandingkan dengan produk dari brand yang sudah terkenal.

Pada kesempatan yang sama, salah satu pebalap tim BJRT, RM Gustilatika Marrel Suryokusumo, Cucu Sri Sultan Hamengkubuwono X, menyatakan bahwa tim yang berdiri sejak 10 Mei 2016 tersebut bertujuan untuk lebih mengenalkan Daerah Istimewa Jogjakarta di kancah nasional khususnya di bidang olahraga otomotif.

"Biar Jogja dikenal juga di bidang olahraga otomotif," ujar Marrel.

Selanjutnya, cucu Sri Sultan HB X tersebut menambahkan pihaknya beserta seluruh jajaran BJRT akan berusaha memberikan prestasi terbaik bagi Jogjakarta.

"Kami menyadari, sebagai tim balap daerah, banyak sekali keterbatasan dan kendala yang harus kami hadapi dibanding dengan tim- tim lain yang jauh lebih berpengalaman dan memiliki pendanaan kuat. Namun dengan segala keterbatasan tersebut kami berusaha tetap memberikan yang terbaik agar nama Jogja semakin diperhitungkan di kancah otomotoif nasional," tandas Marrel.

Pada acara peluncuran tersebut, BJRT memperkenalkan 3 pasang pembalap - navigator yang bakal memperkuat Beagle Jogja Rally Team pada gelaran Kejurnas 2021 yakni Anjasara Wahyu - Hongky Regina, Marrel Suryokusumo - Udi Baboe, serta Variando Audion - Emay Achmad yang bakal berlaga di berbagai kelas.

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Aneh Sekali! Legalisir Ijazah Jokowi Tanpa Tanggal, Bulan, dan Tahun

Jumat, 13 Februari 2026 | 02:07

UPDATE

Polisi Gagalkan Penjualan Bayi Umur Tiga Hari

Selasa, 24 Februari 2026 | 02:17

Impor Mobil Pikap India Ancam Industri Lokal

Selasa, 24 Februari 2026 | 02:05

Bebek Amerika

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:43

Ijazah Jokowi seperti Noktah Hitam Pemerintahan Prabowo

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:27

Upaya Menghabisi Donald Trump Gagal Lagi

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:03

Impor 105 Ribu Pikap India Melemahkan Industri Nasional

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:36

Pengawasan Digital Mendesak Diperkuat Buntut Bus Transjakarta ‘Adu Banteng’

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:20

Pramono Jamin 3.100 Sapi Impor Australia Bebas PMK

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:11

Bukan cuma Salah Tukang Ojek di Pandeglang

Senin, 23 Februari 2026 | 23:50

Vendor Tempuh Jalur Hukum Imbas Proyek Bali Subway Mangkrak

Senin, 23 Februari 2026 | 23:43

Selengkapnya