Berita

Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Didi Irawadi/Net

Politik

Menambah Beban Masyarakat, Rencana Pemajakan Sembako Sebaiknya Ditunda

SABTU, 12 JUNI 2021 | 08:37 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pemerintah sebaiknya mengkaji ulang rencana revisi draf UU 6/1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).

Pasalnya, salah satu poin pada revisi tersebut adalah rencana mengenakan pajak pertambahan nilai (PPN) terhadap bahan kebutuhan pokok yang memicu polemik di tengah masyarakat.

Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Didi Irawadi mengatakan, polemik kenaikan pajak memang wajar karena kondisi ekonomi masyarakat yang masih terdampak pandemi Covid-19.


"Timingnya tidak tepat. Sekarang masih pandemi, ekonomi belum pulih, pengangguran naik, kemiskinan naik," ujar Didi Irawadi kepada wartawan, Sabtu (12/6).

Jelas dia, pemerintah harus paham bahwa setiap rupiah dari kenaikan pajak harus dipertimbangkan karena akan berdampak langsung pada kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Dia pun menyarankan agar kebijakan tersebut bisa ditunda sampai kondisi ekonomi masyarakat pulih.

"Jadi ditangguhkan saja dulu. Bersama-sama kita tunggu ekonomi pulih, kesehatan pulih, dan semua normal. Baru dipikirkan lagi untuk dinaikkan," ucap Didi Irawadi.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Olah TKP Freeport

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:16

Rismon Rela Dianggap Pengkhianat daripada Menyembunyikan Kebenaran

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:14

Bandung Dalam Diplomasi Konfrontasi dan Kemunafikan Diplomasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:05

Roy Suryo Tegaskan Permintaan Maaf Rismon ke Jokowi Bersifat Pribadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:00

KPK Panggil Pengusaha James Mondong dalam Kasus Suap Impor di Bea Cukai

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:54

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:47

EMAS Rampungkan Fase Konstruksi, Fokus Kejar Target Produksi

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:40

DPR Jangan Pilih Lagi Anggota KPU yang Tak Profesional!

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:29

Kapolri dan Panglima TNI Pantau Pelabuhan Merak Via Helikopter

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:23

Trump Yakin Pemimpin Baru Iran Masih Hidup tapi Terluka Parah

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:17

Selengkapnya