Berita

Aktivis Kolaborasi Warga Jakarta, Andi Harianto Sinulingga (tengah)/Net

Politik

Semprot Ferdinand, Andi Sinulingga: Sungguh Biadab Umpamakan Anies-RK Seperti PSK, Kenapa Polisi Diam?

JUMAT, 11 JUNI 2021 | 22:38 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Mengibaratkan seorang kepala daerah seperti pekerja seks komersial adalah tindakan yang biadab dan tak sesuai dengan norma kesopanan.

Hal itu disampaikan aktivis Kolaborasi Warga Jakarta, Andi Harianto Sinulingga menanggapi tulisan kontroversial bekas politisi Demokrat Ferdinand Hutahaean soal pertemuan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil di Sumedang hari ini.

"Menjadikan Anies dan RK umpama PSK (Pekerja Seks Komersial) itu adalah pernyataan yang sungguh keji dan biadab," tegas Andi Sinulingga kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (11/6).


Ferdinand bukan kali ini saja membuat kontroversi. Belum lama ini, ia juga turut mengunggah ulang informasi hoax Anies Baswedan mendapat rumah mewah dari pengembang reklamasi.

Yang disayangkan Andi Sinulingga, manuver Ferdinand tersebut sekaan membuat aparat kepolisian acuh tak acuh.

"Yang mengherankan itu, aparat kepolisian bahkan tidak pernah peduli dengan pernyataan-pernyataan kotor tersebut. Saya enggak ngebayang kalau kata-kata kotor itu ditujukan kepada Gibran," tandasnya.

Dalam tulisannya di Twitter, Ferdinand menggunakan beberapa istilah yang mengundang perhatian publik saat mengomentari pertemuan Anies-RK di Sumedang.

Ferdinand menggambarkan dua kepala daerah tersebut seperti dua orang gadis yang tak laku meski sudah bersolek. Ia bahkan menggunakan istilah pekerja seks komersial (PSK) dalam tulisannya.

"Akhirnya dengan paras dipaksakan, dandanan menor, mereka mencoba menarik perhatian para lelaki. Sialnya, mereka malah terlihat seperti PSK dan dijauhi laki terhormat," demikian potongan tulisan Ferdinand sembari menautkan pemberitaan Anies-RK.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya