Berita

Zainal Bintang/Net

Politik

Zainal Bintang: Berat Sebelah, Sosialisasi Figur Capres 2024 Kurang Adil?

JUMAT, 11 JUNI 2021 | 16:24 WIB | OLEH: ZAINAL BINTANG

Pemasaran figur calon presiden untuk pemil 2024 dinilai kurang adil karena hampir semua figur yang dimunculkan, baik yang lama maupun yang baru semuanya berkutat dan berasal dari pulau Jawa.

“Berat sebelah," kata politisi senior Partai Golkar, Zainal Bintang, Jumat (11/6).

Dirinya mempertanyakan adanya kampanye sosialisasi calon presiden yang didominasi tokoh dari pulau Jawa atau Kawasan Indonesia Barat. Seharusnya, kata dia, ada keseimbangan dengan memberi ruang yang sama kepada tokoh nasional asal Kawasan Timur Indonesia (KTI) untuk bisa ikut berkontestasi di dalam panggung Pemilu 2024.


“Kurang adil," tekan Bintang.

Baginya, promosi calon presiden asal daerah lain seperti KTI penting guna mengisi kekosongan setelah tokoh Indonesia Timur, Jusuf Kalla lengser.

“Harus ada kesinambungan yang mencerminkan keharmonisan bangsa dari Sabang sampai Merauke di level jabatan kepresidenan," jelas Bintang.

Dikatakannya, dari masa ke masa selalu ada kader bangsa yang andal dari kawasan KTI. Terkait hal itu, Bintang bersama koleganya telah memutuskan membuat forum promosi dan sosialisasi figur pemimpin yang andal dari KTI.

"Ada yang menyebut nama wadahnya 'Tata KTI Rebound!'," lanjut Bintang.

Hal itu merujuk pada tahun 2008 menjelang pemilu 2009, Bintang bersama beberapa tokoh Indonesia Timur pernah membentuk wadah Gerakan Solidaritas Kebangkitan Ekonomi Kawasan Timur Indonesia (Tata KTI).

Ditanya soal persiapan 'Rebound Tata KTI', Bintang hanya mengatakan, “wait and see”.

Menurut catatan, era kedua Presiden Jokowi terdapat nama beken berdarah dari Indonesia Timur, seperti Sandiaga Uno (Menparekraf), Syahrul Yasin Limpo (Mentan), Johnny Gerard Plate (Menkominfo), dan Suharso Monoarfa (Menteri PPN/Kepala Bappenas).

Ada pula nama lain seperti mantan Mentan, Andi Amran Sulaiman dan mantan Menteri PAN-RB, Komjen Polisi (Pur) Syafruddin. Belum lagi jajaran legislatif seperti Wakil Ketua DPR RI, Rakhmat Gobel, Wakil Ketua MPR RI, Fadel Muhammad dan Ketua DPD RI, LaNyalla Mahmud Mattalitti.

“Ini baru beberapa nama saja, namun masih bisa ditambahkan sambil jalan," ujar Bintang.

Meskipun persiapan menuju Pemilu 2024 yang masih tiga tahun lebih, namun terlihat sekarang lebih heboh dibanding beberapa pemilu sebelumnya. Hiruk-pikuk sosialisasi figur capres mendominasi pemberitaan media. Memenuhi ruang publik.

Sesuai konstitusi, petahana tidak dapat mencalonkan diri lagi. Hal ini yang mendorong sejumlah petinggi partai dan tokoh terkenal tergoda untuk maju bertarung.

Yang banyak mendapat sorotan, sejumlah calon presiden oleh parpol maupun melalui lembaga survei seluruhnya figur Jawa atau KBI (Kawasan Barat Indonesia).

Ada nama seperti Puan Maharani, Anies Baswedan, Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo, Sandiaga Uno, Agus Harimurti Yudhoyono dan bertengger pula nama lama Prabowo Subianto. Dominasi nama tersebut itulah yang memantik reaksi mempertanyakan mengapa tidak ada figur andal dari KTI.

“Ini berindikasi menyepelakan potensi dan kompetensi anak bangsa dari KTI," ujar Bintang berseloroh.

Bagaimana pun juga, kata dia, keseimbangan geopolitik Indonesia berbasis Wawasan Nusantara harus dijaga. Panggung Pemilu 2024 harus mencerminkan keseimbangan geopolitik Indonesia dengan berlaku adil terhadap kader bangsa dari KTI.

“Belum tentu kader-kader anak bangsa dari KTI secara kualitas dan kompetensi kalah dengan mereka yang berasal dari KBI," tutup Bintang.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Gudang yang Terbakar di Cikarang Milik PT Emudah Fulfillmen, Penyedia Jasa Logistik E-Commerce

Sabtu, 26 September 2026 | 16:18

Mahkamah Agung Diminta Periksa Dugaan Kejanggalan Perkara Harta Bersama

Sabtu, 26 September 2026 | 15:28

SBY: Guruh Soekarnoputra Telah Melakukan Banyak Hal untuk Negeri Ini

Sabtu, 26 September 2026 | 15:03

Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Dunia Barat Mulai Melirik Halal Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 | 14:50

Sinyal Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Terpukul

Sabtu, 26 September 2026 | 14:26

Surya Paloh Kenang Guruh sebagai Budayawan dan Seniman

Sabtu, 26 September 2026 | 14:05

Palet Plastik dan Barang Marketplace Ludes dalam Kebakaran di Cikarang

Sabtu, 26 September 2026 | 13:50

Bitcoin Turun Tipis di Bawah 84.000 Dolar AS

Sabtu, 26 September 2026 | 13:33

Surya Paloh Ungkap Alasan Guruh Soekarnoputra Pilih Fokus ke Seni Ketimbang Pimpin PDI

Sabtu, 26 September 2026 | 13:10

Kapolri Pimpin Kenaikan Pangkat 50 Pati dan 4 PNS Polri

Sabtu, 26 September 2026 | 12:35

Selengkapnya