Berita

Presiden Kelima RI, Megawati Soekarnoputri dan keluarga/Net

Politik

Megawati Bakal Didampingi Tiga Anaknya Saat Terima Profesor Kehormatan Dari Unhan

JUMAT, 11 JUNI 2021 | 12:48 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Presiden Kelima RI, Megawati Soekarnoputri hari ini dijadwalkan akan dikukuhkan sebagai Profesor Kehormatan (Gurubesar Tidak Tetap) Universitas Pertahanan (Unhan). Tiga putra-putri Megawati akan ikut menyaksikan penganugerahan yang digelar di Aula Merah Putih, Unhan, Bogor.

Tiga anaknya itu yakni, Mohammad Rizki Pratama, Mohammad Prananda Prabowo, dan Puan Maharani.

"Mas Tatam, Mas Nanan, dan Mbak Puan akan menghadiri pengukuhan gelar kepada Ibu Megawati. Mbak Puan juga hadir dalam kapasitas sebagai Ketua DPR RI," kata Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, Jumat (11/6).


Hari ini sekitar pukul 13.30 WIB, Unhan akan melakukan sidang senat terbuka dalam rangka pengukuhan jabatan Profesor Kehormatan (Gurubesar Tidak Tetap) Ilmu Pertahanan Bidang Kepemimpinan Strategik pada Fakultas Strategi Pertahanan, Unhan kepada Megawati.

Acara ini juga akan dihadiri sejumlah pejabat negara serta menteri Kabinet Indonesis Maju seperti Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan undangan lain. Dalam pelaksanaanya, Unhan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.

"Sejumlah mantan menteri yang bekerja di era pemerintahan Ibu Megawati juga turut hadir. Apalagi beberapa dari mereka kini bergelar profesor. Untuk diketahui, Ibu Megawati sampai kini menjalin hubungan baik dengan para menterinya," kata Hasto.

Berdasarkan urutan acara, usai pembacaan Surat Keputusan Mendikbudristek, dilanjutkan dengan pembacaan riwayat hidup Megawati dan pemutaran video profil secara singkat.

"Ibu Megawati akan menyampaikan orasi ilmiah sebelum dikukuhkan," ujar Hasto.

Hasto mengatakan saat pemerintahan Megawati (2001-2004) Indonesia menghadapi krisis multidimensi namun pada akhirnya bisa bangkit dan mendapat kepercayaan baik dari dalam maupun luar negeri.

Hal itu ditambah lagi dengan kiprah Megawati selama ini termasuk dalam memimpin PDIP mendorong sejumlah gurubesar dalam dan luar negeri mengusulkan Megawati layak diberi gelar Profesor Kehormatan.

Hasto mengatakan kader PDIP bangga atas pencapaian Megawati selama ini.

"Sebelum penganugerahan Profesor Kehormatan ini, Ibu Megawati telah menerima sembilan gelar Doktor Honoris Causa dari dalam dan luar negeri. Atas seluruh penganugerahan ini, PDI Perjuangan bangga di bawah kepemimpinan Beliau," ujar Hasto.

"Kepemimpinan Ibu Megawati sangat kuat dan penuh tanggung jawab terhadap masa depan bangsa. Berbeda dengan lainnya, Beliau mempersiapkan calon pemimpin nasional bagi masa depan dan juga pemimpin di berbagai daerah," tambah Hasto melanjutkan.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya