Berita

Akademisi yang memperjuangkan khittah NU melalui Komite Khittah NU 1926, Profesor Rachmat Wahab/Net

Politik

Profesor Rochmat Wahab: Kalau Megawati Dianggap Berhasil, Seharusnya Dulu Dia Menang Pilpres

JUMAT, 11 JUNI 2021 | 07:59 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Rencana Universitas Pertahanan (Unhan) memberikan gelar profesor kehormatan kepada Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri pada hari ini, Jumat (11/6), dipertanyakan.  

Akademisi yang memperjuangkan khittah NU melalui Komite Khittah NU 1926, Profesor Rachmat Wahab mempertanyakan dasar pemberian gelar tersebut.

Menurutnya, jika Megawati dianggap sebagai pemimpin yang berhasil, seharusnya kala itu Megawati terpilih lagi menjadi presiden. Bukan malah rakyat memilih Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di pemilihan presiden secara langsung oleh rakyat.


"Kalau emang itu berhasil Megawati saya yakin waktu itu, mohon maaf ya, pasti dia menang pemilihan presiden berikutnya. Kalau dia tuh berhasil, (gelar profesor) itu sebagai pembuktian bahwa beliau itu berhasil dan patut dihargai," katanya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (11/6).

Rochmat Wahab menjelaskan bahwa kritik ini dia sampaikan agar publik tidak serta merta percaya dengan apa yang diklaim pihak Unhan. Di mana Megawati dianggap bisa mengatasi krisis kala itu.

"Jadi ini untuk koreksi. Kalau beliau berhasil kan dipilih oleh rakyat pada saat itu," tegasnya.

Pihak Unhan menerangkan bahwa gelar diberikan lantaran Megawati dianggap berhasil dalam menghadapi krisis multidimensi di era pemerintahannya.

Unhan mencatat Megawati berhasil menuntaskan konflik sosial seperti di Ambon dan Poso. Selain itu, Megawati juga dianggap mampu memulihkan pariwisata pasca Bom Bali dan mampu menangani masalah TKI di Malaysia.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya