Berita

Sistem pertahanan udara Rusia, S-400

Dunia

AS Dan Corona Tak Jadi Penghalang, Rusia Tetap Kirim Sistem Pertahanan Rudal S-400 Ke India

KAMIS, 10 JUNI 2021 | 15:52 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Rusia dijadwalkan untuk mengirim tahap pertama dari kontrak sistem pertahanan udara S-400 ke India sebelum akhir tahun ini.

Pada Oktober 2018, Rusia dan India menyepakati perjanjian jual-beli 5 unit S-400, dengan jadwal pengiriman diselesaikan pada paruh pertama 2025.

Kontrak tersebut telah menjadi salah satu yang terbesar bagi perusahaan milik negara Rusia, Rosoboronexport, yaitu melebihi 5 miliar dolar AS.


Dutabesar Rusia untuk India Nikolay R. Kudashev mengatakan, jadwal pengiriman S-400 tidak akan terpengaruh oleh pandemi Covid-19.

"Kami tidak melihat ada perubahan (dalam kontrak), dan kepemimpinan India telah mengkonfirmasi komitmennya terhadap perjanjian ini," kata Kudashev kepada wartawan di New Delhi pada Kamis (10/6), seperti dimuat Sputnik.

Hal yang sama juga telah disampaikan oleh Dutabesar India untuk Rusia Bala Venkatesh Varma pada April. Ia mengumumkan, gelombang Covid-19 saat ini di India tidak akan memengaruhi jadwal pasokan S-400 dari Rusia.

"Ada sedikit dislokasi selama beberapa pekan, tetapi semua kontrak utama akan sesuai jadwal, kami tidak mengantisipasi masalah dengan itu," jelasnya.

Pembelian S-400 oleh India dari Rusia menjadi masalah bagi hubungan antara New Delhi dan Washington. AS telah berulang kali mengancam akan menjatuhkan sanksi ekonomi pada India jika kesepakatan tetap dilanjutkan. Namun terlepas dari tekanan tersebut, India dan Rusia tetap melanjutkan kesepakatan.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya