Berita

Ketua Umum KKNU 1926 KH. Agus Solachul 'Aam Wahib Wahab Chasbulloh (kiri)/Net

Politik

Ibadah Haji Batal, Komite Khittah NU 1926 Tuntut Presiden Jokowi Minta Maaf Ke Umat

KAMIS, 10 JUNI 2021 | 13:52 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Pembatalan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2021 yang dilakukan secara sepihak oleh pemerintah telah menyebabkan haji sebagai salah satu ibadah suci menjadi terlantar.

Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU) 1926 menilai pembatalan telah berdampak luar dan multidimensi. Baik secara agama, managerial, keuangan, politik, hingga menimbulkan ketidakpercayaan publik pada kinerja pemerintah.

Atas alasan itu, KKNU 1926 menyayangkan sekaligus mempertanyakan sikap pemerintah yang melakukan pembatalan sepihak penyelenggaraan ibadah haji. Apalagi pembatalan dilakukan tanpa menunggu kebijakan resmi Otoritas Saudi Arabia selaku pihak pelayan pelaksanaan ibadah haji di kota suci Mekkah.


“Alasan pandemi covid-19 yang dijadikan dalih pembatalan, juga menimbulkan praduga publik mengingat pembatalan ini adalah keputusan yang kedua setelah pembatalan ibadah haji tahun 2020 dengan alasan yang sama,” terang Ketua Umum KKNU 1926 KH. Agus Solachul 'Aam Wahib Wahab Chasbulloh kepada wartawan, Kamis (10/6).

KKNU 1926 turut menuntut pemerintah untuk melakukan audit investigasi, baik dalam aspek keuangan maupun kinerja.

Ini lantaran pembatalan sepihak dengan alasan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Apalagi ada klarifikasi dari Dutabesar Arab Saudi untuk Indonesia, Essam bin Abed Al-Thaqafi, yang secara substansi menegasikan pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan sejumlah anggota DPR RI tentang pembatalan ibadah haji.

“KKNU 1926 mengajak kepada segenap elemen masyarakat, untuk turut serta aktif melakukan kontrol dan koreksi, sekaligus melakukan verifikasi terhadap seluruh pernyataan pemerintah terkait pembatalan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2021. Pembatalan tidak boleh serta merta diberi permakluman, kecuali atas sebab dan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Gus Aam juga meminta Presiden Joko Widodo selaku kepala negara sekaligus kepala pemerintahan untuk memberikan pernyataan klarifikasi umum terkait pembatalan penyelenggaraan ibadah haji.

Jokosi, sambungnya, juga harus meminta maaf kepada publik, khususnya calon jamaah haji atas pembatalan tersebut.

“Terakhir, kami mengimbau kepada segenap calon jamaah haji untuk bersabar dan terus melakukan ikhtiar untuk mendapatkan hak dalam menunaikan rukun Islam yang kelima. Semoga, atas kesabaran dan ikhtiar yang dilakukan, Allah SWT limpahkan pahala dan berkah terhadap seluruh calon jamaah haji Indonesia,” tutupnya.

Pernyataan ini sendiri dibuat di Surabaya pada Rabu (9/6). Turut hadir menyaksikan penyampaian ini antara lain Presiden Pusat Kajian Dan Analisis Data, Slamet Sugianto; Rois Aam KKNU 1926, KH Suyuti Thoha; Wakil Ketua Umum KKNU 1926, KH Ghozi Wahib Wahab Chasbullah; Sekjen KKNU 1926, KH M. Thamrin Ali, Wakil Sekjen KKNU 1926, KH Jakfar Shodiq; Ketua KKNU 1926, Gus Ishaq Masykuri; Wakil Sekjen KKNU 1926, Gus Abdul Rozak; dan analis senior Pusat Kajian Dan Analisis Data, Fajar Kurniawan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya