Berita

Auckland kota terbesar di Selandia Baru/Net

Dunia

Survei 2021: Auckland Jadi Kota Paling Layak Huni Nomer Satu Dunia, Damaskus Tetap Di Posisi Tidak Layak

KAMIS, 10 JUNI 2021 | 13:44 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Economist Intelligence Unit (EIU) merilis laporan terbaru tentang kota-kota peling layak huni di seluruh dunia 2021.

Hasilnya, delapan kota Asia-Pasifik berhasil masuk ke sepuluh besar, sementara beberapa kota Eropa turun secara signifikan. Tidak sedikit yang berpatokan pada bagaimana kota-kota itu merespon pandemi Covid-19.

Tanggapan virus corona Selandia Baru telah mendorong Auckland ke peringkat teratas tahunan EIU 2021.


Empat kota Asia-Pasifik lainnya �" Osaka, Adelaide, Tokyo, dan Wellington �" menempati posisi lima besar dalam Peringkat Kelangsungan Hidup Global edisi 2021 yang diterbitkan oleh EIU.

"Penguncian keras Selandia Baru memungkinkan masyarakat mereka untuk membuka kembali dan memungkinkan warga kota seperti Auckland dan Wellington untuk menikmati gaya hidup yang mirip dengan kehidupan pra-pandemi," kata EIU dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari AFP, Rabu (9/6).

Selain Adelaide, Perth, Melbourne, dan Brisbane berhasil masuk 10 besar, terutama karena respons Australia yang kuat terhadap pandemi.

Australia dan Selandia Baru yang terisolasi, dibantu oleh geografi mereka yang unik, merespons lebih awal terhadap jumlah kasus mereka yang moderat dan mampu menahan wabah mereka. Australia telah mencatat kurang dari 1.000 kematian terkait Covid-19, dan Selandia Baru hanya 26, menurut penghitungan Universitas Johns Hopkins.

Kota-kota Eropa terpukul

Sebelumnya kota paling layak huni di dunia, Wina Austria keluar dari 10 besar dalam edisi tahun ini, mereka mendarat di tempat ke-12 dalam daftar. Ini menandai tren signifikan dalam peringkat 2021 - dampak virus corona di kota-kota Eropa.

"Pandemi Covid-19 telah berdampak besar pada kelayakan hidup global," kata EIU.

"Kota-kota di seluruh dunia sekarang jauh lebih tidak layak huni daripada sebelum pandemi dimulai, dan kami telah melihat bahwa wilayah seperti Eropa telah sangat terpukul," kata mereka.

Dengan delapan dari 10 penurunan terbesar dalam peringkat yang berasal dari kota-kota Eropa, kota pelabuhan utara Jerman, Hamburg, mencatat penurunan terbesar , tergelincir 34 peringkat ke peringkat 47.

Tren ini dikaitkan dengan pembatasan signifikan yang diberlakukan dengan penerapan penguncian terkait virus dan tekanan besar pada sistem perawatan kesehatan di wilayah tersebut. Tekanan yang meningkat juga berdampak pada budaya dan keseluruhan kehidupan kota-kota Eropa.

Ibu kota Suriah, Damaskus, tetap menjadi kota paling tidak layak huni di dunia, menurut EIU, "karena dampak perang saudara di Suriah terus memakan korban."

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya