Berita

Sketsa rencana Ibukota Negara di Kalimantan Timur/Net

Politik

Melawan Lupa, PKS Kembali Ingatkan Publik Soal Proyek IKN Kalimantan Timur

RABU, 09 JUNI 2021 | 22:42 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Tenggelamnya wacana pemindahan Ibukota Negara (IKN) dari hiruk pikuk pemberitaan nasional perlu kembali dibahas.

Rencana pemindahan ke Kalimantan Timur ini patut kembali didiskusikan lebih mendalam dan konstruktif oleh DPR sebagai bentuk partisipasi politik aktif dan bagian dari stakeholder negara.

“Tujuannya untuk dapat melihat relevansi pemindahan ibukota ini dalam keadaan kondisi negara yang sedang terpuruk. Terlebih jika melihat implikasi dan kompleksitasnya yang sangat rumit, mulai dari sumber dan skema pembiayaan hingga belum jelasnya legalitas," kata Sekretaris Fraksi PKS DPR RI, Ledia Hanifa dalam FGD FPKS DPR RI, Rabu (9/6).


Ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab pemerintah terkait pemindahan ibukota, yakni alasan mendasar, skema pembiayaan, dan transparansi kebijakan. Pemerintah, kata dia, perlu menjelaskan alasan rasional dan objektif dari politik kebijakan pemindahan ibukota negara.

Sumber dan skema pembiayaan pemindahan ibukota negara juga perlu dikupas mengingat saat ini kondisi pertumbuhan ekonomi sedang minus, adanya pembengkakan utang hingga defisit APBN karena Covid-19.

"Transparansi kebijakan ini juga kami pertanyakan karena kami melihat pemindahan ibukota sangat sentralistik dan miskin diskusi. Padahal ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” katanya.

Terakhir, Ledia mengingatkan bahwa Fraksi PKS tidak menghendaki kebijakan yang memperburuk kondisi negara di saat sedang berjuang melawan pandemi dan keterpurukan ekonomi.

"Dengan mengacu pertimbangan itu semua, rencana pemindahan ibukota ini menurut Fraksi PKS lebih baik dibatalkan," tutupnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya